Buku Cetak
Optimalisasi sinergi dalam penyelesaian konflik Papua guna memperkuat konsolidasi demokrasi
Penelitian ini berjudul “Optimalisasi Sinergi dalam Penyelesaian Konflik Papua Guna Memperkuat Konsolidasi Demokrasi”. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kompleksitas konflik berkepanjangan di Papua yang melibatkan faktor sejarah, politik, ekonomi, sosial, dan hak asasi manusia. Permasalahan yang diangkat adalah bagaimana mengoptimalkan sinergi lintas sektoral dalam penyelesaian konflik Papua sehingga dapat memperkuat konsolidasi demokrasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk memberikan konsep dan gagasan strategis yang dapat menjadi acuan dalam merumuskan kebijakan penyelesaian konflik Papua secara komprehensif, holistik, dan berkeadilan, dengan tetap menjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Metode penelitian menggunakan analisis SWOT (Strengths, Weaknesses, Opportunities, Threats) dan PESTEL (Political, Economic, Social, Technological, Environmental, Legal) untuk menilai peluang, tantangan, serta risiko dalam penanganan konflik Papua. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui studi kepustakaan, analisis peraturan perundang-undangan, data statistik, laporan lembaga riset, serta diskusi kelompok terfokus (FGD) dengan pemangku kepentingan. Landasan teori mengacu pada konsep Collaborative Governance untuk membangun kolaborasi multipihak, teori sinergi untuk penguatan kerja sama lintas sektor, serta teori konsolidasi demokrasi yang menekankan tegaknya hukum, perlindungan hak asasi manusia, dan partisipasi masyarakat.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyelesaian konflik Papua memerlukan optimalisasi sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, tokoh adat, masyarakat sipil, dan aparat keamanan melalui pendekatan kolaboratif. Hambatan utama berupa stigma separatis, ketimpangan sosial-ekonomi, lemahnya implementasi otonomi khusus, serta rendahnya kualitas sumber daya manusia. Kesimpulannya, sinergi lintas sektoral yang inklusif dan humanis dapat memperkuat konsolidasi demokrasi di Papua dengan cara meningkatkan kesejahteraan masyarakat, menegakkan keadilan, serta membangun kepercayaan antara negara dan masyarakat Papua.
Kata kunci: Papua, sinergi, konflik, konsolidasi demokrasi, collaborative governance.
Tidak tersedia versi lain