Buku Cetak
Penegasan batas darat negara Indonesia dengan negara tetangga berbasis digital dalam rangka mendukung terwujudnya ketahanan nasional
Penelitian ini berjudul “Penegasan Batas Darat Negara Indonesia dengan Negara Tetangga Berbasis Digital dalam Rangka Mendukung Terwujudnya Ketahanan Nasional”. Permasalahan utama yang diangkat adalah bagaimana upaya penegasan batas darat Indonesia, khususnya dengan Malaysia di Kalimantan Utara, masih menyisakan Outstanding Boundary Problems (OBP) meskipun proses demarkasi telah berlangsung sejak tahun 1975. Latar belakang penelitian ini dilandasi pentingnya batas negara sebagai simbol kedaulatan dan pertahanan, serta kebutuhan penerapan transformasi digital untuk meningkatkan akurasi, transparansi, dan efektivitas pengelolaan perbatasan. Tujuan penelitian ini adalah merumuskan strategi berbasis digital untuk penyelesaian OBP yang dapat memperkuat ketahanan nasional.
Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan hukum normatif dengan basis penelitian kualitatif. Sumber data terdiri atas data sekunder berupa peraturan perundang-undangan, naskah dinas, literatur, laporan penelitian, hingga hasil negosiasi bilateral Indonesia–Malaysia. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui studi pustaka, sedangkan analisis data menggunakan metode deskriptif analitis dengan kerangka teori kedaulatan negara, hubungan internasional, kepentingan nasional, kerja sama internasional, diplomasi perbatasan, serta teknologi Global Navigation Satellite System (GNSS) dalam transformasi digital.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa penegasan batas darat berbasis digital mampu meningkatkan akurasi pemetaan, mempercepat penyelesaian sengketa OBP, serta memperkuat keamanan dan pengawasan perbatasan. Implementasi transformasi digital juga mendukung efisiensi administrasi dan memperkokoh citra positif Indonesia dalam hubungan internasional. Kesimpulannya, penegasan batas darat berbasis digital merupakan langkah strategis dalam menjaga kedaulatan, melindungi sumber daya, dan mewujudkan ketahanan nasional Indonesia yang tangguh, adaptif, dan berkelanjutan.
Kata kunci: batas negara, digitalisasi, ketahanan nasional, OBP, Indonesia–Malaysia.
Tidak tersedia versi lain