Buku Cetak
Memperkuat kepemimpinan Indonesia di ASEAN melalui internasionalisasi moderasi beragama guna soliditas regional dalam rangka ketahanan nasional
Penelitian ini berjudul “Memperkuat Kepemimpinan Indonesia di ASEAN melalui Internasionalisasi Moderasi Beragama guna Soliditas Regional dalam Rangka Ketahanan Nasional”, dilatarbelakangi oleh posisi strategis Indonesia sebagai pemimpin tradisional ASEAN serta tantangan kawasan Asia Tenggara yang rentan terhadap radikalisme dan ekstremisme keagamaan. Rumusan masalah penelitian ini adalah bagaimana strategi internasionalisasi moderasi beragama dapat memperkuat kepemimpinan Indonesia di ASEAN sekaligus mendukung soliditas regional demi ketahanan nasional. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis politik luar negeri Indonesia terkait ASEAN, mengkaji konsep moderasi beragama dalam penanggulangan radikalisme, serta merumuskan strategi internasionalisasi moderasi beragama sebagai instrumen diplomasi Indonesia.
Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan geopolitik dan geostrategi. Data dikumpulkan melalui studi dokumen primer (kebijakan ASEAN, politik luar negeri Indonesia, regulasi moderasi beragama) dan sekunder (hasil penelitian, publikasi akademik), serta wawancara dengan pejabat Kementerian Agama. Analisis dilakukan menggunakan teori kepemimpinan (formal dan informal), teori counter-terrorism soft approach (deradikalisasi), serta kolaborasi pentaheliks sebagai kerangka rekomendasi kebijakan. Teknik analisis melibatkan kajian literatur, pemetaan SWOT, serta penarikan hubungan antara isu stabilitas kawasan dan kepentingan ketahanan nasional Indonesia.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa moderasi beragama telah berkontribusi signifikan dalam menekan radikalisme di Indonesia, tercermin dari peningkatan indeks kerukunan umat beragama dan penurunan aktivitas terorisme. Internasionalisasi moderasi beragama, baik melalui jalur formal ASEAN maupun melalui jejaring organisasi masyarakat berbasis agama, berpotensi memperkuat kepemimpinan Indonesia di ASEAN dan mendorong terbentuknya stabilitas kawasan. Kesimpulannya, strategi ini tidak hanya memperkokoh peran Indonesia sebagai pemimpin regional, tetapi juga meningkatkan ketahanan nasional melalui diplomasi berbasis nilai, toleransi, dan kerja sama multilateral.
Kata kunci: Kepemimpinan Indonesia, ASEAN, moderasi beragama, ketahanan nasional, radikalisme, diplomasi.
Tidak tersedia versi lain