Buku Cetak
Percepatan kemandirian industri pertahanan Indonesia guna mendukung Indonesia emas 2045 dalam rangka ketahanan nasional
Penelitian ini berjudul “Percepatan Kemandirian Industri Pertahanan Indonesia Guna Mendukung Indonesia Emas 2045 dalam Rangka Ketahanan Nasional”, dilatarbelakangi oleh tingginya ketergantungan Indonesia terhadap impor alat utama sistem senjata (alutsista) yang mencapai 70%. Kondisi ini menimbulkan kerentanan strategis dan fiskal, serta menghambat penguasaan teknologi pertahanan nasional. Rumusan masalah penelitian ini mencakup implementasi regulasi industri pertahanan, capaian kemandirian saat ini, target yang perlu dicapai menuju 2045, serta strategi percepatan kemandirian. Tujuan penelitian adalah memberikan masukan konseptual dan strategis bagi penguatan industri pertahanan nasional sebagai penopang ketahanan nasional sekaligus pilar pembangunan menuju Indonesia Emas 2045.
Metode penelitian yang digunakan adalah studi pustaka dengan analisis data sekunder yang relevan, diperkaya dengan pendekatan multidisipliner meliputi kebijakan industri, ekonomi pertahanan, serta inovasi teknologi. Analisis dilakukan secara deskriptif dan sistematis dengan menggunakan kerangka Astagatra serta SWOT (Strengths, Weaknesses, Opportunities, Threats). Landasan teori yang digunakan antara lain teori ekonomi pertahanan, kebijakan industri, technological catch-up, national innovation system, dan teori ketergantungan. Kerangka pemikiran ini memperkuat analisis mengenai posisi industri pertahanan Indonesia saat ini serta arah strategi percepatan menuju kemandirian.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa industri pertahanan Indonesia masih menghadapi berbagai hambatan, antara lain lemahnya implementasi regulasi, rendahnya capaian transfer teknologi, keterbatasan kapasitas BUMN, minimnya anggaran litbang, serta fragmentasi kolaborasi dengan sektor swasta. Untuk menjawab tantangan tersebut, dirumuskan strategi nasional terpadu yang disebut “Rana Mandala”, yaitu strategi yang memadukan visi geopolitik, kemandirian teknologi, serta penguatan ekosistem pertahanan berbasis inovasi, transfer teknologi, dan kebijakan strategis yang berpihak pada kepentingan nasional. Kesimpulannya, percepatan kemandirian industri pertahanan menjadi prasyarat penting bagi penguatan ketahanan nasional dan pencapaian visi Indonesia Emas 2045.
Kata kunci: kemandirian industri pertahanan, alutsista, transfer teknologi, ketahanan nasional, Indonesia Emas 2045.
Tidak tersedia versi lain