Buku Cetak
Penguatan intelijen dan keamanan siber berbasis artifical intelligence guna stabilitas keamanan dalam rangka ketahanan nasional
Penelitian ini berjudul “Penguatan Intelijen dan Keamanan Siber Berbasis Artificial Intelligence Guna Stabilitas Keamanan dalam Kerangka Ketahanan Nasional”. Permasalahan utama yang dikaji adalah bagaimana penguatan intelijen dan keamanan siber berbasis kecerdasan buatan (AI) dapat memberikan dampak signifikan terhadap stabilitas keamanan nasional. Latar belakang penelitian didorong oleh meningkatnya ancaman siber di Indonesia yang kompleks dan masif, termasuk serangan terhadap infrastruktur vital, kebocoran data strategis, hingga disinformasi yang mengganggu tatanan sosial-politik. Tujuan penelitian ini adalah memberikan gambaran dan rekomendasi strategis bagi para pemangku kepentingan agar mampu memantapkan sistem intelijen dan pertahanan siber nasional berbasis AI dalam rangka menjaga ketahanan nasional.
Metode penelitian menggunakan studi kepustakaan dengan pendekatan analisis komparatif, SWOT, serta foresight–backcasting (ABCD: Awareness, Baseline, Creative Solution, Decide on Priorities). Data dianalisis secara multidisipliner melalui perspektif Astagatra dan Wawasan Nusantara, dengan penekanan pada aspek strategis implementasi AI dalam keamanan siber. Landasan teori mencakup konsep penguatan intelijen, teori pengambilan keputusan Herbert Simon, teori sistem Ludwig von Bertalanffy, serta konsep kedaulatan siber dalam konteks geopolitik. Analisis dilakukan pada level strategis, operasional, dan taktis, sehingga mampu menilai interaksi antara teknologi, manusia, prosedur, serta lingkungan strategis dalam penguatan keamanan nasional berbasis AI.
Hasil penelitian menunjukkan tiga kesimpulan utama. Pertama, implementasi AI dalam penguatan intelijen dan keamanan siber merupakan imperatif strategis yang tidak dapat ditunda karena ancaman kontemporer telah melampaui kapasitas sistem konvensional. Kedua, faktor lingkungan strategis baik global, regional, maupun nasional berpengaruh besar terhadap efektivitas penguatan siber, dengan seluruh aspek Astagatra memberi dampak signifikan. Ketiga, strategi penguatan mencakup tiga pilar transformasi, yaitu peningkatan ketahanan siber, pembentukan kedaulatan digital, dan integrasi intelijen serta keamanan siber berbasis AI yang bertanggung jawab. Kesimpulan ini menegaskan bahwa penguatan intelijen dan keamanan siber berbasis AI mendesak untuk diterapkan guna menjaga stabilitas keamanan nasional di era digital.
Kata kunci: intelijen, keamanan siber, kecerdasan buatan, ketahanan nasional, kedaulatan digital.
Tidak tersedia versi lain