Buku Cetak
Membangun ekosistem ketahanan pangan dan energi dalam rangka ketahanan nasional
Penelitian ini berjudul “Membangun Ekosistem Ketahanan Pangan dan Energi dalam Rangka Ketahanan Nasional”. Latar belakang penelitian ini didasari oleh kondisi Indonesia yang masih menghadapi kerentanan struktural pada sektor pangan dan energi, ditandai dengan tingginya ketergantungan impor pangan strategis serta rendahnya pemanfaatan energi baru terbarukan (EBT). Rumusan masalah difokuskan pada tiga hal: (1) kondisi ekosistem ketahanan pangan dan energi Indonesia dalam dinamika global, (2) tantangan utama dalam mewujudkan sistem yang terintegrasi, dan (3) strategi yang tepat untuk membangun ekosistem ketahanan pangan dan energi yang berkelanjutan. Tujuan penelitian ini adalah merumuskan strategi transformatif yang mampu memperkuat ketahanan nasional melalui penguatan pangan dan energi.
Metode penelitian menggunakan analisis SWOT yang diintegrasikan dengan kerangka Astagatra, analisis deskriptif-komparatif, serta sintesis strategis. Teknik analisis data dilakukan dengan memetakan kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman pada sektor pangan dan energi, kemudian disinergikan dengan perspektif trigatra dan pancagatra. Landasan teori yang digunakan meliputi konsep Food-Energy-Water (FEW) Nexus, teori industrialisasi berkelanjutan, dan teori ekonomi hijau. Pendekatan penelitian bersifat holistik, integral, dan komprehensif dengan menempatkan kepentingan nasional sebagai kerangka utama dalam perumusan strategi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa Indonesia berada pada posisi strategis kuadran I (agresif) dengan peluang besar untuk mengembangkan ekosistem pangan dan energi berbasis inovasi. Permasalahan utama yang dihadapi antara lain fragmentasi kelembagaan, keterbatasan pembiayaan, ketimpangan teknologi dan infrastruktur, serta rendahnya literasi konsumsi masyarakat. Kesimpulan penelitian ini menegaskan pentingnya Strategi Integratif Nasional berbasis inovasi dan kolaborasi multipihak, antara lain melalui penguatan Smart Regenerative Farming, pemberdayaan generasi muda melalui Agripreneur Milenial, reformasi pembiayaan inovatif (blended finance dan green bonds), serta penguatan kelembagaan berbasis whole of government dan whole of society. Strategi ini diharapkan dapat memperkuat fondasi ketahanan pangan dan energi Indonesia sebagai bagian integral dari ketahanan nasional menuju Visi Indonesia Emas 2045.
Kata kunci: ketahanan pangan, ketahanan energi, transformasi ekonomi, Smart Regenerative Farming, blended finance, Triple Helix.
Tidak tersedia versi lain