Buku Cetak
Revitalisasi pendidikan dan pelatihan guna meningkatkan daya saing bangsa dalam rangka mewujudkan Indonesia emas 2045
Penelitian ini berjudul “Revitalisasi Pendidikan dan Pelatihan Guna Meningkatkan Daya Saing Bangsa dalam Rangka Mewujudkan Indonesia Emas 2045.” Rumusan masalah yang diangkat adalah bagaimana strategi revitalisasi pendidikan dan pelatihan dapat memperkuat daya saing bangsa dalam menghadapi ancaman, gangguan, hambatan, dan tantangan (AGHT) menuju Indonesia Emas 2045. Latar belakang penelitian ini adalah rendahnya kualitas sumber daya manusia Indonesia yang ditandai dengan masih rendahnya indeks pembangunan manusia, mismatch kompetensi lulusan dengan kebutuhan industri, serta ketimpangan akses pelatihan. Tujuan penelitian adalah untuk menganalisis efektivitas kebijakan nasional yang ada serta merumuskan strategi revitalisasi pendidikan dan pelatihan yang relevan, berkelanjutan, dan berbasis kebutuhan nasional maupun global.
Metode yang digunakan adalah analisis deskriptif melalui studi literatur, data empiris, serta pendekatan Ketahanan Nasional dengan pisau analisis Astagatra dan AGHT. Landasan teori yang digunakan antara lain Teori Human Capital, Teori Ketahanan Nasional, Teori Pembangunan Berkelanjutan, Konsep Technical and Vocational Education and Training (TVET), serta Model Triple Helix (pemerintah–industri–akademisi). Data dianalisis untuk mengidentifikasi masalah utama, mengevaluasi efektivitas kebijakan, serta menyusun strategi alternatif dalam revitalisasi pendidikan dan pelatihan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem pendidikan dan pelatihan di Indonesia masih bersifat administratif dan belum responsif terhadap kebutuhan dunia kerja serta perkembangan teknologi global. Ketimpangan akses antarwilayah, rendahnya kompetensi instruktur, serta lemahnya sinergi antarlembaga menjadi hambatan utama. Kesimpulan penelitian menegaskan bahwa revitalisasi pendidikan dan pelatihan harus diarahkan pada pembangunan ekosistem pembelajaran yang berkelanjutan, kolaboratif, dan berbasis kompetensi, dengan strategi triple helix, desentralisasi pelatihan, serta internalisasi nilai ketahanan nasional. Upaya ini bukan hanya meningkatkan daya saing teknis, tetapi juga memperkuat ketahanan sosial, ekonomi, dan ideologi bangsa menuju Indonesia Emas 2045.
Kata Kunci: Revitalisasi pendidikan, daya saing bangsa, ketimpangan SDM, Triple Helix, Indonesia Emas 2045.
Tidak tersedia versi lain