Buku Cetak
Akselerasi repositori kepentingan nasional pasca keanggotaan BRICS guna mendukung politik luar negeri dalam rangka ketahanan nasional
Penelitian ini berjudul “Akselerasi Reposisi Kepentingan Nasional Pasca Keanggotaan BRICS Guna Mendukung Politik Luar Negeri dalam Rangka Ketahanan Nasional”. Dilatarbelakangi oleh dinamika global yang semakin multipolar serta keputusan Indonesia bergabung dalam BRICS pada Januari 2025. Rumusan masalah yang diangkat adalah bagaimana akselerasi reposisi kepentingan nasional dapat dilakukan untuk mendukung politik luar negeri sekaligus memperkuat ketahanan nasional. Tujuan penelitian ini adalah memberikan pemahaman komprehensif tentang peluang dan tantangan keanggotaan Indonesia dalam BRICS serta merumuskan strategi reposisi kepentingan nasional yang adaptif terhadap konstelasi geopolitik global.
Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi literatur, analisis data sekunder, dan regulasi pendukung. Teknik analisis meliputi identifikasi Ancaman, Tantangan, Hambatan, dan Gangguan (ATHG), serta penggunaan instrumen SWOT, TOWS, Astagatra, dan Current Reality Tree (CRT) untuk mengkaji relevansi keanggotaan Indonesia di BRICS. Landasan teori mengacu pada konsep kepentingan nasional menurut Hans Morgenthau, politik luar negeri bebas-aktif, teori hubungan internasional, multi-track diplomacy, serta konsep ketahanan nasional.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa akselerasi reposisi kepentingan nasional pasca keanggotaan BRICS merupakan langkah strategis untuk memperkuat posisi Indonesia di tengah perubahan tatanan global menuju multipolaritas. BRICS membuka peluang besar melalui akses pembiayaan dari New Development Bank (NDB), perluasan jejaring Global South, serta ruang reformasi tata kelola global. Namun, terdapat risiko ketergantungan ekonomi, dominasi negara besar dalam BRICS, dan potensi terganggunya hubungan dengan mitra tradisional. Kesimpulannya, reposisi kepentingan nasional harus diarahkan melalui strategi responsif, adaptif, dan proaktif dengan sinergi antara politik luar negeri bebas-aktif, pembangunan nasional, serta ketahanan nasional, agar Indonesia benar-benar memperoleh manfaat strategis dari keanggotaannya dalam BRICS.
Kata kunci: Kepentingan Nasional, BRICS, Politik Luar Negeri Bebas-Aktif, Ketahanan Nasional, Geopolitik Multipolar.
Tidak tersedia versi lain