Buku Cetak
Penguatan keamanan siber era 5.0 guna wewujudkan tata kelola pemerintah yang baik dalam rangka ketahanan nasional
Penelitian ini berjudul “Penguatan Keamanan Siber Era 5.0 Guna Mewujudkan Tata Kelola Pemerintahan yang Baik dalam Rangka Ketahanan Nasional”. Permasalahan utama yang diangkat adalah meningkatnya serangan siber terhadap infrastruktur digital nasional yang mengakibatkan kebocoran data, kerugian ekonomi, serta menurunnya kepercayaan publik. Kondisi ini menegaskan perlunya strategi penguatan keamanan siber di era 5.0 sebagai bagian integral dari reformasi tata kelola pemerintahan dan upaya menjaga ketahanan nasional. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi permasalahan aktual, menganalisis tantangan kebijakan, kelembagaan, dan sumber daya manusia (SDM), serta merumuskan langkah strategis yang komprehensif dalam membangun kedaulatan digital Indonesia.
Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui studi literatur, dokumen kebijakan, dan data sekunder yang relevan. Analisis dilakukan dengan pendekatan multidisipliner menggunakan teori Cyber Security (Whitman & Mattord), teori Transformasi Digital (Ochara), serta konsep Penta-Helix. Landasan hukum penelitian mencakup UU ITE, UU Perlindungan Data Pribadi, Perpres SPBE, serta Rencana Aksi Nasional Keamanan Siber (RAN Kamsiber). Analisis diarahkan pada tiga aspek utama yaitu kebijakan, kelembagaan, dan SDM dalam kerangka tata kelola pemerintahan berbasis digital.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa permasalahan utama keamanan siber di Indonesia terletak pada fragmentasi regulasi, lemahnya koordinasi kelembagaan, serta keterbatasan SDM. Penelitian ini menyimpulkan perlunya pembentukan regulasi induk keamanan siber, penguatan koordinasi kelembagaan melalui pembentukan Komite Keamanan Siber Nasional, serta percepatan pengembangan kapasitas SDM melalui pendidikan, sertifikasi, dan literasi digital nasional. Dengan strategi tersebut, Indonesia diharapkan mampu membangun ketahanan siber yang adaptif, memperkuat tata kelola pemerintahan yang baik, serta menjaga stabilitas nasional di era digital 5.0.
Kata kunci : keamanan siber, era 5.0, tata kelola pemerintahan, SDM digital, ketahanan nasional.
Tidak tersedia versi lain