Buku Cetak
Penguatan diplomasi pertahanan guna mereduksi pengarah rivalitas kekuatan global dalam rangka mewujudkan ketahanan nasional
Penelitian ini berjudul “Penguatan Diplomasi Pertahanan Guna Mereduksi Pengaruh Rivalitas Kekuatan Global dalam Rangka Mewujudkan Ketahanan Nasional”. Dilatarbelakangi oleh meningkatnya rivalitas Amerika Serikat dan Tiongkok di kawasan Indo-Pasifik yang menimbulkan tekanan geopolitik, ancaman infiltrasi, klaim wilayah, dan tekanan ekonomi bagi Indonesia. Rumusan masalah penelitian difokuskan pada bagaimana strategi, pendekatan, dan upaya diplomasi pertahanan dapat memperkuat ketahanan nasional sekaligus menjaga kedaulatan dan stabilitas kawasan. Tujuan penelitian ini adalah memberikan kontribusi pemikiran strategis bagi para pemangku kebijakan dalam merumuskan kebijakan pertahanan yang adaptif dan non-konfrontatif sesuai prinsip politik luar negeri bebas aktif.
Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif-deskriptif dengan pendekatan kajian pustaka, menggunakan data sekunder berupa dokumen resmi pemerintah, regulasi nasional dan internasional, jurnal ilmiah, serta publikasi lembaga strategis. Analisis dilakukan dengan menggunakan instrumen SWOT (Strengths, Weaknesses, Opportunities, Threats) yang dipadukan dengan kerangka ASTAGATRA dan strategi TOWS untuk mengidentifikasi faktor determinan, peluang, serta ancaman yang memengaruhi efektivitas diplomasi pertahanan. Landasan teori berangkat dari konsep diplomasi pertahanan Cottey & Forster (2004), teori realisme, serta soft power Joseph Nye, yang dikontekstualisasikan dengan prinsip Ketahanan Nasional Indonesia.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa penguatan diplomasi pertahanan Indonesia dapat diwujudkan melalui delapan strategi utama, antara lain pembangunan sistem pertahanan terpadu, penguatan kapasitas SDM diplomasi, modernisasi industri pertahanan, pengarusutamaan nilai Pancasila dalam etika global, serta literasi digital strategis. Kesimpulan penelitian menegaskan bahwa diplomasi pertahanan yang terintegrasi, adaptif, dan berbasis sinergi antar lembaga mampu memposisikan Indonesia sebagai middle power yang kredibel, menjaga stabilitas kawasan, dan mereduksi pengaruh rivalitas kekuatan global terhadap ketahanan nasional.
Kata kunci: diplomasi pertahanan, ketahanan nasional, rivalitas global, ASTAGATRA, TOWS.
Tidak tersedia versi lain