Buku Cetak
Revitalisasi kebijakan transformasi tata kelola penanggulangan terorisme guna stabilitas keamanan dalam rangka ketahanan nasional
Penelitian ini berjudul “Revitalisasi Kebijakan Transformasi Tata Kelola Penanggulangan Terorisme Guna Stabilitas Keamanan dalam Rangka Ketahanan Nasional”. Permasalahan yang diangkat adalah kesenjangan antara kebijakan penanggulangan terorisme dengan dinamika ancaman aktual, khususnya di era digital yang menghadirkan pola baru radikalisasi, perekrutan, serta serangan. Latar belakang penelitian berpijak pada meningkatnya kompleksitas ancaman yang tidak hanya berdampak pada keamanan fisik, tetapi juga mengganggu stabilitas politik, sosial, ekonomi, dan kepercayaan publik. Tujuan penelitian adalah menganalisis arah transformasi tata kelola penanggulangan terorisme, mengidentifikasi faktor yang memengaruhi efektivitas kebijakan, serta merumuskan strategi revitalisasi untuk memperkuat stabilitas keamanan dan ketahanan nasional.
Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui studi pustaka dan analisis data sekunder dari laporan lembaga nasional maupun internasional. Kerangka analisis meliputi prinsip good governance, security sector reform (SSR), teori implementasi kebijakan, serta pendekatan whole-of-society. Landasan hukum yang digunakan mencakup UU No. 5 Tahun 2018 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme, Perpres No. 7 Tahun 2021 tentang RAN PE, serta berbagai regulasi terkait keamanan nasional.
Hasil penelitian menunjukkan masih adanya fragmentasi kelembagaan, lemahnya koordinasi antarinstansi, keterbatasan deteksi dini berbasis teknologi, serta minimnya pelibatan masyarakat. Hal ini menghambat efektivitas pencegahan, penindakan, dan deradikalisasi. Revitalisasi kebijakan diarahkan pada penguatan peran BNPT sebagai lead agency, pembentukan mekanisme koordinasi lintas sektor, integrasi isu antiterorisme dalam rencana pembangunan nasional dan daerah, serta pelibatan masyarakat dalam program deradikalisasi. Kesimpulan penelitian menegaskan bahwa tata kelola penanggulangan terorisme yang responsif, inklusif, dan berkelanjutan merupakan prasyarat penting bagi terciptanya stabilitas keamanan dan penguatan ketahanan nasional.
Kata kunci: revitalisasi kebijakan, tata kelola, terorisme, deradikalisasi, ketahanan nasional.
Tidak tersedia versi lain