Buku Cetak
Akselerasi pengembangan SDM unggul guna menghadapi polikrisis iklim dalam rangka ketahanan nasional
Penelitian ini berjudul “Akselerasi Pengembangan SDM Unggul Guna Menghadapi Polikrisis Iklim dalam Rangka Ketahanan Nasional”. Kajian ini dilatarbelakangi oleh kondisi polikrisis global yang ditandai dengan keterkaitan antara krisis iklim, energi, pangan, air, kesehatan, dan geopolitik yang berdampak signifikan terhadap ketahanan nasional Indonesia. Kesenjangan antara kebutuhan akan sumber daya manusia (SDM) unggul dan kesiapan aktual SDM nasional menjadi permasalahan utama yang dikaji. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kondisi dan profil SDM Indonesia, mengidentifikasi tantangan dan peluang pengembangannya di tengah polikrisis iklim, serta merumuskan strategi akselerasi pengembangan SDM unggul sebagai fondasi penguatan ketahanan nasional.
Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif-deskriptif berbasis studi kepustakaan dengan teknik analisis kerangka PESTEL (Politics, Economy, Social, Technology, Environment, dan Legal). Analisis didukung oleh landasan teoretis yang meliputi Teori Ketahanan Nasional, Theory U, Human Capital Theory, Capability Approach, Green Economy dan Green Skills Framework, Transformational Leadership Theory, serta Just Transition Framework. Data diperoleh dari dokumen kebijakan pemerintah, regulasi nasional, laporan lembaga internasional, dan hasil kajian akademik yang relevan untuk menghasilkan analisis yang komprehensif dan kontekstual.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa SDM Indonesia masih menghadapi tantangan utama berupa rendahnya literasi iklim, kesenjangan keterampilan hijau, ketimpangan akses pendidikan dan pelatihan, serta keterbatasan kepemimpinan transformatif. Namun demikian, peluang strategis terbuka melalui bonus demografi, transformasi digital, komitmen internasional terhadap ekonomi hijau, dan sinergi lintas sektor. Kesimpulan penelitian menegaskan bahwa akselerasi pengembangan SDM unggul harus dilakukan melalui pendekatan transformasional, penguatan pendidikan dan vokasi hijau, reformasi tata kelola SDM lintas sektor, serta penerapan prinsip keadilan sosial dalam transisi hijau guna memperkuat ketahanan nasional dan mendukung pencapaian Indonesia Emas 2045.
Kata kunci: polikrisis iklim, SDM unggul, ketahanan nasional, transformasi, keberlanjutan.
Tidak tersedia versi lain