Buku Cetak
Optimalisasi pemanfaatan sumber daya migas guna mengurangi resiko krisis energi dalam rangka ketahanan nasional
Penelitian ini berjudul “Optimalisasi Pemanfaatan Sumber Daya Migas Guna Mengurangi Resiko Krisis Energi dalam Rangka Ketahanan Nasional”. Dilatarbelakangi oleh dinamika transisi energi global yang menimbulkan ketidakpastian terhadap pasokan dan harga minyak serta gas bumi. Indonesia menghadapi tantangan serius berupa penurunan produksi domestik yang hanya sekitar 580 ribu barel per hari, sementara konsumsi mencapai 1,6 juta barel per hari. Kondisi ini meningkatkan ketergantungan pada impor dan berpotensi melemahkan ketahanan energi nasional. Rumusan masalah penelitian adalah bagaimana strategi optimalisasi pemanfaatan sumber daya migas dapat mengurangi resiko krisis energi sekaligus mendukung kemandirian energi nasional. Tujuannya adalah memberikan rekomendasi kebijakan yang kredibel untuk memperkuat ketahanan energi di era transisi energi.
Metode penelitian yang digunakan adalah analisis ekonomi berbasis model Net Present Value (NPV) dengan pendekatan perbandingan skenario produksi jangka panjang (Long Term Production Planning). Teknik analisis data dilakukan dengan simulasi NPV untuk mengukur ruang fiskal pemerintah dalam menarik investasi migas di sektor hulu. Landasan teori mengacu pada geopolitik energi transisi, konsep ketahanan dan kemandirian energi, serta teori optimalisasi sumber daya alam yang menekankan efisiensi, keberlanjutan, dan daya saing nasional.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemerintah memiliki ruang fiskal untuk menurunkan porsi Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) antara 36%–50% guna meningkatkan daya tarik investasi, sehingga produksi migas nasional dapat dioptimalkan. Kesimpulan utama penelitian adalah perlunya reformasi kebijakan fiskal, percepatan penyederhanaan perizinan, pembaruan regulasi migas, serta penyusunan peta jalan transisi energi yang realistis dan terintegrasi. Dengan strategi tersebut, Indonesia berpotensi memperkuat ketahanan energi nasional, mengurangi risiko krisis energi, dan menjaga keberlanjutan pembangunan ekonomi di tengah ketidakpastian geopolitik energi.
Kata kunci: geopolitik, migas, transisi energi, ketahanan energi, kemandirian energi.
Tidak tersedia versi lain