Buku Cetak
Optimalisasi pengelolaan koperasi desa merah putih guna mendukung pertumbuhan ekonomi dalam rangka ketahanan nasional
Penelitian ini berjudul “Optimalisasi Pengelolaan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Guna Mendukung Pertumbuhan Ekonomi dalam Rangka Ketahanan Nasional”. Latar belakang kajian berangkat dari kebijakan pemerintah yang meluncurkan 80.000 unit KDMP melalui Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2025 sebagai strategi penguatan ekonomi desa dan ketahanan pangan nasional. Rumusan masalah penelitian adalah bagaimana optimalisasi pengelolaan KDMP dapat diwujudkan agar berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi dan ketahanan nasional. Tujuannya adalah menganalisis kondisi eksisting pengelolaan koperasi, mengidentifikasi dampak positif dan negatifnya, serta merumuskan langkah strategis untuk menjadikan KDMP sebagai pilar ekonomi kerakyatan yang inklusif, berkelanjutan, dan adaptif.
Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif berbasis studi kepustakaan, data sekunder, serta analisis kebijakan. Analisis dilakukan dengan memanfaatkan kerangka teori koperasi, teori optimalisasi, teori kolaborasi, dan teori ketahanan nasional. Landasan pemikiran bertumpu pada UUD 1945 Pasal 33, UU No. 25/1992 tentang Perkoperasian, serta regulasi turunannya, termasuk Inpres No. 9/2025. Data dianalisis secara kritis dengan memperhatikan dinamika lingkungan strategis global, regional, dan nasional, serta memperhitungkan interaksi antara formal constraints berupa regulasi pemerintah dan informal constraints berupa kearifan lokal.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi KDMP berhasil mencapai target kuantitatif dengan berdirinya 80.081 unit koperasi, namun menghadapi tiga paradoks utama: sentralisasi versus desentralisasi, standarisasi nasional versus adaptasi lokal, serta percepatan kuantitatif versus pendalaman kualitatif. Keberhasilan transformatif KDMP bergantung pada harmonisasi regulasi dengan BUMDes, penguatan kapasitas pengurus berbasis meritokrasi, serta pengawasan melalui audit independen untuk mencegah korupsi dan politisasi. Kesimpulannya, KDMP berpotensi menjadi episentrum resiliensi ekonomi desa dan instrumen ketahanan nasional, asalkan dikelola secara adaptif, kolaboratif, dan berlandaskan nilai ekonomi kerakyatan sesuai Pasal 33 UUD 1945.
Kata kunci: Koperasi Desa Merah Putih, optimalisasi, pengelolaan, pertumbuhan ekonomi, ketahanan nasional.
Tidak tersedia versi lain