Buku Cetak
Akselerasi transformasi sosial budaya guna tertib sosial dalam rangka ketahanan nasional
Penelitian ini berjudul “Akselerasi Transformasi Sosial Budaya Guna Tertib Sosial dalam Rangka Ketahanan Nasional”. Rumusan masalah berangkat dari pertanyaan mengenai bagaimana akselerasi transformasi sosial budaya berperan dalam memperkuat ketertiban sosial, peluang dan tantangan yang dihadapi, serta strategi yang dapat diterapkan untuk mendukung ketahanan nasional. Latar belakang penelitian didasari oleh perubahan lingkungan strategis global, regional, dan nasional yang dipengaruhi oleh globalisasi, kemajuan teknologi, urbanisasi, serta pergeseran nilai dan pola perilaku masyarakat. Tujuan penelitian adalah menganalisis urgensi percepatan transformasi sosial budaya agar dapat memperkuat identitas nasional, kohesi sosial, dan stabilitas bangsa dalam menghadapi ancaman, tantangan, hambatan, dan gangguan (ATHG).
Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif-analitis dengan pendekatan multidisipliner berbasis kepentingan nasional. Analisis dilakukan melalui kajian literatur, data faktual, serta kerangka teori yang meliputi Astagatra, teori pembangunan Keith Griffin, dan teori kepentingan nasional K. J. Holsti. Teknik analisis berfokus pada identifikasi faktor internal dan eksternal yang memengaruhi dinamika sosial budaya serta implikasinya terhadap ketahanan nasional. Landasan pemikiran diperkuat dengan perspektif hukum nasional, kebijakan pertahanan negara, dan nilai-nilai Pancasila serta Bhinneka Tunggal Ika sebagai pilar ketahanan sosial budaya.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa akselerasi transformasi sosial budaya dapat memperkuat ketertiban sosial melalui penguatan karakter kebangsaan, literasi budaya dan digital, pelestarian kearifan lokal, serta partisipasi masyarakat dalam pembangunan. Peluang yang muncul antara lain penguatan identitas nasional, pemanfaatan teknologi, dan pemberdayaan ekonomi berbasis budaya. Namun demikian, tantangan berupa resistensi terhadap perubahan, kesenjangan pendidikan dan teknologi, serta konflik sosial perlu diatasi melalui strategi kolaboratif antara pemerintah, masyarakat, dan sektor swasta. Kesimpulannya, transformasi sosial budaya yang terarah, inklusif, dan berkelanjutan mampu menjadi pilar penting dalam membangun ketahanan nasional di tengah dinamika global yang kompleks.
Kata kunci: transformasi sosial budaya, ketertiban sosial, ketahanan nasional, kearifan lokal, literasi budaya.
Tidak tersedia versi lain