Buku Cetak
Optimalisasi peran sentral smart regenerative farming guna mendukung kemandirian pangan dalam rangka ketahanan nasional
Penelitian ini berjudul “Optimalisasi Peran Sentral Smart Regenerative Farming (SRF) Guna Mendukung Kemandirian Pangan dalam Rangka Ketahanan Nasional”. Rumusan masalah berangkat dari kesenjangan antara kondisi ideal kemandirian pangan berbasis pertanian berkelanjutan dengan kondisi aktual berupa ketergantungan impor beras, degradasi lahan, dan rendahnya adopsi teknologi di kalangan petani. Latar belakang penelitian menegaskan bahwa ketahanan pangan merupakan pilar strategis ketahanan nasional, sementara kemandirian pangan menjadi tujuan penting untuk mengurangi kerentanan akibat fluktuasi global. Tujuan penelitian adalah merumuskan strategi optimalisasi peran SRF sebagai solusi inovatif yang mampu mendukung kemandirian pangan sekaligus memperkuat ketahanan nasional.
Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik analisis data berbasis studi literatur dari laporan resmi (BPS, Kementan, FAO, IPCC), dokumen kebijakan (UU Pangan, RPJPN), serta jurnal akademik terkait pertanian cerdas dan regeneratif. Analisis data dilakukan melalui kerangka SWOT untuk menilai faktor internal dan eksternal, serta menggunakan perspektif Astagatra dalam menelaah dimensi ekonomi, sosial budaya, lingkungan, teknologi, dan pertahanan keamanan. Landasan teori utama penelitian ini adalah Regenerative Agriculture, Precision Agriculture, dan teori SWOT, yang disinergikan untuk merumuskan strategi implementasi SRF.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa Smart Regenerative Farming mampu meningkatkan produktivitas pertanian 20–30%, memulihkan lahan terdegradasi hingga 50%, serta mengurangi emisi karbon sampai 30%. Selain itu, SRF berpotensi menaikkan Nilai Tukar Petani, memperkuat ekonomi desa melalui sistem pertanian sirkular, dan mengurangi ketergantungan impor beras hingga 35% pada 2035. Kesimpulan utama adalah bahwa implementasi SRF bukan sekadar alternatif, melainkan kebutuhan strategis untuk memperkuat kemandirian pangan dan mewujudkan ketahanan nasional. Oleh karena itu, intervensi kebijakan yang terintegrasi, dukungan pendanaan, dan edukasi digital bagi petani menjadi syarat utama dalam mengadopsi SRF secara luas dan berkelanjutan.
Kata kunci: Kemandirian Pangan, Ketahanan Nasional, Smart Regenerative Farming, Pertanian Berkelanjutan, Inovasi Kebijakan.
Tidak tersedia versi lain