Buku Cetak
Penguatan talenta digital guna menjawab tantangan keamanan siber dalam rangka ketahanan nasional
Penelitian ini berjudul “Penguatan Talenta Digital Guna Menjawab Tantangan Keamanan Siber dalam Rangka Ketahanan Nasional”. Penelitian ini mengkaji urgensi penguatan talenta digital Indonesia sebagai respon terhadap eskalasi ancaman keamanan siber yang berdampak langsung pada ketahanan nasional. Latar belakang kajian berangkat dari meningkatnya jumlah serangan siber di sektor strategis energi, perbankan, pertahanan, dan layanan publik serta proyeksi kekurangan 3 juta talenta digital pada 2030. Rumusan masalah difokuskan pada bagaimana kondisi aktual kompetensi SDM digital, efektivitas kebijakan yang telah berjalan, serta strategi pengembangan yang relevan. Tujuan penelitian adalah merumuskan strategi nasional yang adaptif, terintegrasi, dan berkelanjutan dalam membangun ketahanan digital bangsa.
Metode penelitian yang digunakan adalah analisis deskriptif-kualitatif dengan pendekatan empiris holistik. Data primer diperoleh melalui wawancara dengan praktisi dan pemangku kebijakan, sementara data sekunder berasal dari regulasi, laporan resmi, dan literatur ilmiah. Analisis didasarkan pada tiga kerangka teori: Ketahanan Nasional untuk menilai ancaman dan daya tangkal, Human Capital untuk menilai nilai strategis SDM digital, serta Kepemimpinan Transformasional untuk mengevaluasi koordinasi dan efektivitas kebijakan. Pendekatan ini diperkuat dengan perspektif Triple Helix Collaboration dan Society untuk menekankan pentingnya sinergi lintas sektor dan inovasi terbuka.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebijakan nasional seperti Digital Talent Scholarship (DTS) dan Rencana Aksi Nasional Keamanan Siber (RAN Kamsiber) belum efektif karena pelaksanaannya masih terfragmentasi dan berorientasi administratif. Indonesia menghadapi ketimpangan distribusi talenta, rendahnya keterlibatan industri, serta minimnya akses pelatihan di wilayah 3T. Kesimpulan penelitian menegaskan bahwa penguatan talenta digital harus ditempatkan sebagai agenda strategis nasional dengan model Piramida Talenta Siber, koordinasi lintas sektor, dan konsistensi investasi pendidikan vokasi. Dengan demikian, talenta digital bukan hanya berperan sebagai aktor teknis, melainkan juga sebagai garda depan kedaulatan dan ketahanan nasional di era siber.
Kata kunci: Talenta Digital, Keamanan Siber, Ketahanan Nasional, Human Capital, Kepemimpinan Transformasional.
Tidak tersedia versi lain