Buku Cetak
Optimalisasi pemberdayaan budaya Yogyakarta sebagai pilar pariwisata Indonesia guna mendukung ketahanan nasional
Penelitian berjudul “Optimalisasi Pemberdayaan Budaya Yogyakarta Sebagai Pilar Pariwisata Indonesia Guna Mendukung Ketahanan Nasional”. Dilatarbelakangi oleh rendahnya skor gatra sosial budaya dalam Indeks Ketahanan Nasional 2024, yang menunjukkan lemahnya ketahanan budaya Indonesia. Yogyakarta sebagai pusat kebudayaan Jawa memiliki potensi besar untuk menjadi pilar pariwisata nasional melalui kekayaan tradisi, seni, dan nilai-nilai budaya. Rumusan masalah penelitian ini adalah bagaimana peran budaya Yogyakarta dalam pariwisata, kontribusinya terhadap ketahanan nasional, serta strategi kebijakan yang diperlukan untuk mendukung ketahanan nasional. Tujuan penelitian adalah menganalisis peran budaya lokal Yogyakarta dalam memperkuat ketahanan nasional melalui sektor pariwisata berbasis budaya.
Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan studi literatur, analisis kebijakan, serta pendekatan Astagatra dan PESTLE. Data dianalisis melalui tinjauan sistematis terhadap teori ketahanan nasional, teori ketahanan budaya, pariwisata budaya, serta pembangunan berkelanjutan. Landasan teori yang digunakan mencakup ketahanan budaya (Cultural Resilience), teori pariwisata budaya, dan teori pembangunan berkelanjutan. Pendekatan ini menitikberatkan pada keterkaitan antara budaya lokal, pengelolaan pariwisata, serta kontribusinya terhadap ketahanan nasional dalam aspek sosial, ekonomi, dan identitas bangsa.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa budaya Yogyakarta berperan strategis dalam pariwisata nasional sekaligus memperkuat identitas bangsa, namun menghadapi tantangan serius seperti komodifikasi budaya, lemahnya regenerasi generasi muda, serta tekanan globalisasi. Kontribusi budaya terhadap ketahanan nasional tercermin pada peningkatan kesejahteraan ekonomi, kohesi sosial, dan penguatan identitas. Untuk mengatasi tantangan tersebut diperlukan strategi berbasis kolaborasi Pentahelix, penguatan regulasi, peningkatan kapasitas SDM, serta kebijakan yang menyeimbangkan pelestarian budaya dengan pengembangan pariwisata. Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa optimalisasi budaya Yogyakarta sebagai pilar pariwisata mampu memperkuat ketahanan nasional dalam dimensi sosial, ekonomi, dan ideologis secara berkelanjutan.
Kata kunci: Ketahanan Budaya, Yogyakarta, Pariwisata Berbasis Budaya, Ketahanan Nasional.
Tidak tersedia versi lain