Buku Cetak
Pemberdayaan UMKM guna mewujudkan ketahanan pangan nasional
Penelitian ini berjudul “Pemberdayaan UMKM Guna Mewujudkan Ketahanan Pangan Nasional”, yang dilatarbelakangi oleh peran strategis Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dalam menopang perekonomian nasional dan ketersediaan pangan. Rumusan masalah yang dikaji meliputi: bagaimana kondisi UMKM pada ketahanan pangan nasional saat ini, apa saja faktor pendukung, hambatan, dan tantangan yang dihadapi, serta langkah strategis yang perlu ditempuh untuk memperkuat ketahanan pangan. Tujuan penelitian ini adalah memberikan solusi berbasis data dan teori untuk mendukung kebijakan pemberdayaan UMKM pangan agar berkontribusi maksimal dalam menjaga ketersediaan, keterjangkauan, stabilitas, dan pemanfaatan pangan nasional.
Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik studi kepustakaan. Analisis dilakukan melalui pendekatan PESTLE (politik, ekonomi, sosial, teknologi, legalitas, dan lingkungan) yang dipadukan dengan teori ekonomi kerakyatan, teori modal manusia, serta konsep ketahanan pangan global dari FAO. Landasan hukum yang menjadi pijakan mencakup UU Nomor 20 Tahun 2008 tentang UMKM, UU Nomor 18 Tahun 2012 tentang Pangan, serta berbagai kebijakan pemerintah seperti Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan program pelatihan peningkatan kapasitas.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa UMKM pangan menyumbang lebih dari 61% Produk Domestik Bruto (PDB), menyerap 97% tenaga kerja, dan berperan penting dalam distribusi pangan lokal. Namun, UMKM masih menghadapi kendala berupa keterbatasan akses pembiayaan, rendahnya literasi digital, kualitas SDM, serta lemahnya daya saing global. Kesimpulannya, pemberdayaan UMKM melalui kolaborasi hexa-helix (pemerintah, swasta, akademisi, komunitas, BUMN, dan media) sangat diperlukan untuk mewujudkan ketahanan pangan nasional yang inklusif, berkelanjutan, dan resilien.
Kata kunci: UMKM, ketahanan pangan, pemberdayaan, ekonomi kerakyatan, PESTLE.
Tidak tersedia versi lain