Buku Cetak
Konektivitas infrastruktur guna memperkuat daya saing daerah dalam rangka meningkatkan ketahanan nasional
Penelitian ini berjudul “Konektivitas Infrastruktur Guna Memperkuat Daya Saing Daerah dalam Rangka Meningkatkan Ketahanan Nasional”. Permasalahan utama yang dikaji adalah bagaimana konektivitas infrastruktur berperan dalam memperkuat daya saing daerah yang pada akhirnya mendukung ketahanan nasional. Latar belakang penelitian berangkat dari kondisi ketimpangan pembangunan antarwilayah di Indonesia, khususnya antara kawasan barat dan timur, yang disebabkan oleh belum meratanya pembangunan infrastruktur darat, laut, udara, dan digital. Tujuan penelitian ini adalah untuk memberikan gambaran mendalam mengenai kondisi konektivitas infrastruktur nasional, menganalisis dampaknya terhadap daya saing daerah dan ketahanan nasional, serta merumuskan langkah strategis dalam meningkatkan konektivitas infrastruktur yang berkeadilan dan berkelanjutan.
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif analitis melalui studi pustaka (desk review) dan analisis data sekunder. Teknik analisis yang digunakan adalah model PESTLE (Political, Economic, Social, Technological, Legal, Environmental) untuk memetakan faktor-faktor yang memengaruhi konektivitas infrastruktur dan daya saing daerah. Landasan teori yang digunakan meliputi teori kebijakan publik, teori konektivitas, dan teori multimoda transportasi yang dikaitkan dengan perspektif pembangunan dan ketahanan nasional. Pendekatan multidisiplin ini memungkinkan analisis komprehensif terhadap keterkaitan antara kebijakan, ekonomi, sosial, teknologi, dan lingkungan strategis baik nasional maupun global.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembangunan infrastruktur di Indonesia telah meningkat signifikan dalam satu dekade terakhir, namun masih menghadapi tantangan besar dalam pemerataan, integrasi antarwilayah, serta pemeliharaan dan pendanaan. Ketimpangan konektivitas berdampak langsung terhadap rendahnya indeks daya saing daerah terutama di wilayah timur Indonesia. Oleh karena itu, diperlukan kebijakan pembangunan yang berbasis jaringan (network-based planning,), optimalisasi pendanaan alternatif, integrasi digitalisasi infrastruktur, dan sinkronisasi perencanaan pusat-daerah. Kesimpulannya, penguatan konektivitas infrastruktur secara menyeluruh merupakan prasyarat utama untuk meningkatkan daya saing daerah dan memperkokoh Ketahanan Nasional.
Kata kunci: konektivitas infrastruktur, daya saing daerah, ketahanan nasional, pembangunan berkelanjutan, kebijakan publik.
Tidak tersedia versi lain