Buku Cetak
Kemampuan sumber daya manusia guna menghadapi kejahatan siber di era digital dalam rangka mewujudkan ketahanan nasional
Penelitian ini berjudul “Kemampuan Sumber Daya Manusia Guna Menghadapi Kejahatan Siber di Era Digital dalam Rangka Mewujudkan Ketahanan Nasional”. Dilatarbelakangi oleh meningkatnya ancaman kejahatan siber yang berdampak terhadap stabilitas dan keamanan nasional. Permasalahan utama yang dikaji adalah bagaimana kemampuan sumber daya manusia (SDM), khususnya penyidik Polri dan PPNS Kementerian Komunikasi dan Digital, dalam menghadapi kejahatan siber di era digital. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis kompetensi, peluang dan tantangan, serta merumuskan strategi peningkatan kemampuan SDM agar mampu beradaptasi dan berkontribusi dalam menjaga ketahanan nasional.
Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif-analitis. Data diperoleh melalui studi kepustakaan terhadap berbagai sumber akademik, regulasi perundang-undangan, serta dokumen empiris yang relevan dengan penegakan hukum siber. Analisis dilakukan dengan mengacu pada teori kompetensi Spencer dan Spencer (1994), teori Collaborative Governance Ansell dan Gash (2007), serta menggunakan analisis SWOT untuk mengidentifikasi kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman dalam peningkatan kemampuan SDM di bidang siber.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kompetensi SDM dalam menghadapi kejahatan siber masih belum optimal, terutama dalam aspek pengetahuan teknis, keterampilan digital forensik, dan kesadaran keamanan siber (awareness). Posisi analisis SWOT menunjukkan kondisi berada pada kuadran agresif, yang berarti strategi peningkatan dapat dilakukan secara proaktif. Kesimpulannya, peningkatan kemampuan SDM perlu diwujudkan melalui pendidikan dan pelatihan siber terpadu, pembentukan Cyber Training Center Nasional, penguatan kolaborasi antarinstansi seperti Polri, Komdigi, BSSN, dan lembaga pendidikan, serta penerapan blueprint pengembangan laboratorium forensik digital. Upaya ini diharapkan mampu memperkuat ketahanan nasional menghadapi ancaman siber yang semakin kompleks.
Kata kunci: kemampuan sumber daya manusia, kejahatan siber, kompetensi, ketahanan nasional, Lemhannas RI.
Tidak tersedia versi lain