Buku Cetak
Ketahanan ekonomi nasional melalui keanggotaan Indonesia di BRICS guna mewujudkan kepentingan nasional
Penelitian ini berjudul “Ketahanan Ekonomi Nasional Melalui Keanggotaan Indonesia di BRICS Guna Mewujudkan Kepentingan Nasional”. Latar belakang penelitian berangkat dari dinamika ekonomi global yang ditandai dengan munculnya kekuatan ekonomi baru di luar negara-negara maju, salah satunya melalui forum BRICS (Brasil, Rusia, India, China, dan Afrika Selatan). Bergabungnya Indonesia sebagai anggota penuh BRICS pada tahun 2025 menjadi langkah strategis untuk memperkuat posisi ekonomi nasional di kancah global serta mengurangi ketergantungan terhadap mitra dagang tradisional. Rumusan masalah penelitian ini adalah bagaimana keanggotaan Indonesia di BRICS dapat meningkatkan ketahanan ekonomi nasional guna mewujudkan kepentingan nasional. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis dampak keanggotaan Indonesia dalam BRICS serta merumuskan strategi untuk memperkuat ketahanan ekonomi nasional melalui kerja sama multilateral tersebut.
Metode penelitian yang digunakan adalah analisis kualitatif deskriptif dengan pendekatan perspektif kepentingan nasional. Data penelitian diperoleh melalui studi literatur dari berbagai sumber sekunder yang relevan seperti jurnal ilmiah, laporan lembaga internasional, serta publikasi resmi pemerintah. Landasan teori utama yang digunakan adalah Teori Kepentingan Nasional (Hans J. Morgenthau) dan Teori Ketahanan Ekonomi (C.S. Holling dan Briguglio), yang digunakan untuk menjelaskan hubungan antara keanggotaan Indonesia di BRICS dengan peningkatan daya tahan ekonomi nasional dalam menghadapi tantangan global. Analisis dilakukan secara multidisiplin dengan mempertimbangkan aspek hukum, ekonomi, dan geopolitik yang membentuk lingkungan strategis Indonesia di tingkat global, regional, dan nasional.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa keanggotaan Indonesia di BRICS memberikan peluang strategis untuk memperkuat ketahanan ekonomi nasional melalui diversifikasi kemitraan dagang, peningkatan investasi asing, serta akses pembiayaan pembangunan infrastruktur melalui New Development Bank (NDB). Selain itu, Indonesia memperoleh posisi tawar yang lebih baik dalam tata kelola ekonomi global dan memperkuat diplomasi ekonomi yang berkeadilan. Namun, terdapat tantangan berupa potensi ketegangan dengan negara-negara Barat, risiko ketergantungan ekonomi baru, serta ancaman terhadap produk domestik. Kesimpulannya, keanggotaan Indonesia di BRICS berpotensi besar memperkuat struktur ekonomi nasional jika diiringi dengan strategi kebijakan yang berorientasi pada kepentingan nasional, penguatan daya saing industri, dan diversifikasi ekonomi berkelanjutan.
Kata kunci: Ketahanan ekonomi nasional, BRICS, kepentingan nasional, diversifikasi ekonomi, diplomasi ekonomi.
Tidak tersedia versi lain