Buku Cetak
Talenta muda berdaya saing global guna mendukung tercapainya Indonesia emas 2045
Penelitian ini berjudul “Talenta Muda Berdaya Saing Global Guna Mendukung Tercapainya Indonesia Emas 2045”. Dilatarbelakangi oleh tantangan strategis bangsa dalam mewujudkan visi Indonesia Emas 2045, khususnya melalui pembangunan sumber daya manusia unggul. Rumusan masalah penelitian ini adalah bagaimana mengoptimalkan talenta muda agar berdaya saing global guna mendukung pencapaian visi tersebut. Kondisi eksisting menunjukkan bahwa kualitas talenta muda Indonesia masih tertinggal dibandingkan negara lain, yang disebabkan oleh belum optimalnya kebijakan pengembangan talenta, ketimpangan infrastruktur digital, dan rendahnya kapasitas tenaga pendidik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kondisi dan tantangan pengembangan talenta muda serta memberikan rekomendasi strategis bagi pemerintah dan pemangku kepentingan.
Metode penelitian yang digunakan adalah analisis kualitatif deskriptif dengan pendekatan Fishbone Analysis untuk mengidentifikasi akar permasalahan yang menghambat pengembangan talenta muda. Data dikumpulkan melalui studi kepustakaan dengan memanfaatkan sumber primer dan sekunder. Landasan teori yang digunakan meliputi Teori Human Capital (Becker, 1964) yang menekankan pentingnya investasi pendidikan dan pelatihan, serta Teori Kecakapan Abad ke-21 (Binkley, 2018) yang menyoroti kemampuan berpikir kritis, kolaborasi, literasi digital, dan inovasi sebagai kompetensi utama. Pendekatan analisis dilakukan dengan perspektif kepentingan nasional dan lingkungan strategis global, regional, serta nasional untuk mendukung penyusunan rekomendasi yang komprehensif.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengembangan talenta muda Indonesia menghadapi hambatan utama pada aspek kebijakan yang belum terintegrasi, keterbatasan infrastruktur digital di wilayah 3T, dan rendahnya kompetensi tenaga pendidik dalam menguasai teknologi pembelajaran. Upaya optimalisasi dapat dilakukan melalui percepatan implementasi Manajemen Talenta Nasional (MTN), perluasan cakupan bidang kewirausahaan, peningkatan literasi digital melalui program Digital Talent Scholarship, serta penguatan kolaborasi lintas sektor. Kesimpulannya, keberhasilan Indonesia mencapai visi Indonesia Emas 2045 sangat bergantung pada kemampuan membangun ekosistem talenta muda yang inovatif, adaptif, dan berkarakter kebangsaan.
Kata kunci: Talenta muda, daya saing global, Indonesia Emas 2045, manajemen talenta nasional, literasi digital.
Tidak tersedia versi lain