Buku Cetak
Inovasi berbasis potensi lokal dalam mendukung swasembada pangan guna mewujudkan ketahanan pangan
Penelitian ini berjudul “Inovasi Berbasis Potensi Lokal dalam Mendukung Swasembada Pangan Guna Mewujudkan Ketahanan Pangan”. Rumusan masalah dalam kajian ini adalah bagaimana pengembangan inovasi berbasis potensi lokal dapat mendukung swasembada pangan dalam rangka mewujudkan ketahanan pangan di Indonesia. Latar belakang penelitian didasarkan pada tantangan ketahanan pangan nasional yang masih menghadapi berbagai kendala seperti rendahnya adopsi teknologi inovatif, keterbatasan akses finansial, dan lemahnya dukungan infrastruktur. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi kondisi aktual inovasi berbasis potensi lokal, menganalisis permasalahan dan dampaknya terhadap ketahanan pangan, serta merumuskan langkah strategis pengembangannya agar sejalan dengan kepentingan nasional.
Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif-analitis dengan pendekatan multidisiplin berbasis kepentingan nasional. Analisis dilakukan melalui kajian kepustakaan, penelaahan data empiris, dan peraturan perundang-undangan yang relevan seperti UU No. 18 Tahun 2012 tentang Pangan, UU No. 11 Tahun 2019 tentang Sistem Nasional IPTEK, dan UU No. 19 Tahun 2013 tentang Perlindungan dan Pemberdayaan Petani. Kajian ini menggunakan beberapa teori utama, antara lain User Innovation Theory (Eric von Hippel, 2005), Common-Pool Resources Theory (Elinor Ostrom, 1990), Food System Theory (Lang & Heasman, 2003), serta Force Field Analysis (Kurt Lewin, 1951) untuk menelaah faktor pendorong dan penghambat pengembangan inovasi lokal di sektor pangan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengembangan inovasi berbasis potensi lokal mampu meningkatkan kemandirian dan diversifikasi pangan nasional apabila ditopang oleh peningkatan adopsi teknologi inovatif, keterbukaan akses pendanaan dan pelatihan, serta dukungan infrastruktur dan kebijakan insentif. Kesimpulannya, optimalisasi inovasi lokal menjadi kunci dalam memperkuat ketahanan pangan nasional yang berkelanjutan serta mengurangi ketergantungan terhadap impor. Diperlukan sinergi antara pemerintah, akademisi, dunia usaha, komunitas, dan media (pentahelix collaboration) untuk memastikan keberlanjutan inovasi pertanian berbasis potensi lokal di Indonesia.
Kata kunci: inovasi, potensi lokal, swasembada pangan, ketahanan pangan, strategi nasional.
Tidak tersedia versi lain