Buku Cetak
Sistem pencegahan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba berbasis digital bagi generasi muda Indonesia guna mewujudkan ketahanan nasional
Penelitian ini berjudul “Sistem Pencegahan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba Berbasis Digital bagi Generasi Muda Indonesia Guna Mewujudkan Ketahanan Nasional”. Dilatarbelakangi oleh meningkatnya kasus penyalahgunaan narkoba di kalangan generasi muda, yang kini memanfaatkan ruang digital sebagai sarana transaksi dan promosi. Fenomena ini menimbulkan ancaman serius terhadap ketahanan nasional karena menyasar kelompok usia produktif yang merupakan aset strategis bangsa. Permasalahan utama penelitian ini adalah bagaimana sistem pencegahan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba dapat dioptimalkan melalui pendekatan digital yang efektif, adaptif, dan kolaboratif guna melindungi generasi muda dari bahaya narkoba. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi kondisi eksisting, tantangan, serta merumuskan strategi penguatan sistem pencegahan narkoba berbasis teknologi digital dalam mendukung Ketahanan Nasional Indonesia.
Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi literatur, telaah regulasi, data sekunder, serta analisis strategis menggunakan metode SWOT (Strengths, Weaknesses, Opportunities, Threats). Penelitian ini berpijak pada teori Pencegahan Kejahatan (Crime Prevention Theory) oleh Clarke (1980), Teori Digitalisasi (Tilson & Sørensen, 2010), serta Teori Komunikasi Digital (McQuail, 2010; Castells, 2012). Pendekatan strategis dilakukan melalui perspektif Ketahanan Nasional, dengan mempertimbangkan aspek demografi, sosial-budaya, hukum, serta pertahanan-keamanan. Data dan fakta yang dianalisis meliputi tren peningkatan prevalensi narkoba di kalangan usia muda, lemahnya literasi digital, serta pemanfaatan media sosial oleh sindikat narkoba dalam memperluas jaringannya.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem pencegahan narkoba di Indonesia masih cenderung konvensional dan belum sepenuhnya bertransformasi digital. Ditemukan berbagai faktor pendukung seperti meningkatnya infrastruktur teknologi dan kesadaran publik, namun juga terdapat hambatan berupa rendahnya kecakapan digital dan lemahnya koordinasi antar-lembaga. Strategi yang direkomendasikan meliputi pengembangan platform digital terintegrasi antara BNN, Polri, dan Kementerian terkait, peningkatan literasi digital generasi muda, serta kolaborasi dengan komunitas dan platform teknologi dalam kampanye edukatif anti-narkoba. Kesimpulannya, penerapan sistem pencegahan narkoba berbasis digital merupakan kebutuhan strategis untuk memperkuat ketahanan nasional melalui perlindungan terhadap generasi muda Indonesia sebagai pilar masa depan bangsa.
Kata kunci: Narkoba, Generasi Muda, Pencegahan Digital, Literasi Digital, Ketahanan Nasional.
Tidak tersedia versi lain