Buku Cetak
Partisipasi politik generasi Z guna mewujudkan konsolidasi demokrasi
Penelitian ini berjudul “Partisipasi Politik Generasi Z di Indonesia Guna Mewujudkan Konsolidasi Demokrasi”. Dilatarbelakangi oleh fenomena rendahnya keterlibatan politik Generasi Z meskipun secara demografis kelompok ini merupakan populasi terbesar dalam bonus demografi Indonesia hingga tahun 2035. Rumusan masalah utama adalah bagaimana partisipasi politik Generasi Z dapat mendukung konsolidasi demokrasi di Indonesia. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi partisipasi politik Generasi Z, bentuk konsolidasi demokrasi di era digital, serta merumuskan langkah strategis peningkatan partisipasi politik generasi muda sebagai upaya memperkuat sistem demokrasi nasional.
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif analitis melalui studi literatur terhadap berbagai sumber data sekunder yang relevan. Teknik analisis yang digunakan meliputi Force Field Analysis (FFA) dan analisis SWOT–TOWS untuk mengidentifikasi faktor internal dan eksternal yang memengaruhi partisipasi politik Generasi Z. Landasan teori yang digunakan meliputi teori rasionalitas partisipasi politik (Downs), teori konsolidasi demokrasi (O’Donnell & Schmitter), teori demokrasi deliberatif (Habermas), teori generasi (Mannheim), serta teori media sosial dan politik (Boulianne). Analisis dilakukan dalam konteks lingkungan strategis global, regional, dan nasional guna memahami dinamika sosial-politik Generasi Z di era digital.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa partisipasi politik Generasi Z cenderung bersifat digital, berbasis isu, dan belum terstruktur secara institusional. Faktor penghambat utamanya meliputi rendahnya literasi politik, polarisasi digital, serta minimnya kepercayaan terhadap partai politik. Namun demikian, Generasi Z memiliki potensi besar sebagai agen perubahan melalui pemanfaatan media sosial dan teknologi digital. Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa peningkatan literasi politik, penguatan pendidikan kewarganegaraan berbasis digital, dan kebijakan inklusif pemerintah merupakan langkah strategis dalam mewujudkan partisipasi politik Generasi Z yang substansial demi memperkuat konsolidasi demokrasi di Indonesia.
Kata kunci: Generasi Z, partisipasi politik, konsolidasi demokrasi, literasi digital, demokrasi digital.
Tidak tersedia versi lain