Buku Cetak
Keanggotaan BRICS guna memperkuat posisi diplomasi ekonomi nasional
Penelitian ini berjudul “Keanggotaan Indonesia dalam BRICS Guna Memperkuat Posisi Diplomasi Ekonomi Indonesia”. Dilatarbelakangi oleh perubahan orientasi kebijakan luar negeri Indonesia yang semakin menekankan diplomasi ekonomi, terutama setelah Indonesia resmi menjadi anggota penuh BRICS pada tahun 2025. Keanggotaan tersebut dipandang strategis dalam memperluas kerja sama global berbasis kesetaraan dan pembangunan berkelanjutan, sekaligus meningkatkan posisi tawar Indonesia dalam tatanan ekonomi dunia yang semakin multipolar. Permasalahan utama penelitian ini adalah bagaimana keanggotaan Indonesia dalam BRICS dapat memperkuat posisi diplomasi ekonomi Indonesia, dengan fokus pada bentuk keanggotaan, tantangan yang dihadapi, serta langkah strategis yang perlu ditempuh.
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan analisis literatur berbasis data sekunder. Teknik analisis dilakukan melalui model SWOT untuk merumuskan strategi optimal dalam pemanfaatan keanggotaan BRICS. Landasan teorinya mencakup teori Interdependensi Kompleks (Keohane & Nye), Realisme Struktural (Waltz), teori Keuntungan Mutlak (Adam Smith), serta konsep Kepentingan Nasional dan politik luar negeri bebas aktif Indonesia. Kajian ini juga merujuk pada perangkat hukum nasional seperti UUD 1945, UU No. 37 Tahun 1999 tentang Hubungan Luar Negeri, dan RPJPN 2025–2045, sebagai dasar legitimasi dan arah kebijakan ekonomi nasional yang berorientasi pada transformasi ekonomi berkelanjutan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa keanggotaan Indonesia dalam BRICS memberikan peluang besar dalam memperluas akses pasar global, memperkuat kerja sama Selatan–Selatan, dan memperoleh alternatif pembiayaan pembangunan melalui New Development Bank (NDB). Namun, terdapat tantangan berupa potensi ketergantungan terhadap Tiongkok, kesamaan struktur ekonomi antaranggota, serta risiko ketegangan geopolitik global. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Indonesia perlu mengoptimalkan keanggotaan BRICS dengan strategi diplomasi ekonomi yang adaptif, memperkuat kapasitas sumber daya manusia, serta memastikan sinergi antara kebijakan luar negeri dan pembangunan nasional untuk mendukung visi Indonesia Emas 2045.
Kata kunci: BRICS, diplomasi ekonomi, Indonesia, politik luar negeri bebas aktif, kerja sama global.
Tidak tersedia versi lain