Buku Cetak
Diplomasi digital untuk pemenangan opini publik guna ketahan nasional
Penelitian ini berjudul “Diplomasi Digital untuk Pemenangan Opini Publik Guna Ketahanan Nasional”. Rumusan masalah penelitian ini berfokus pada bagaimana strategi diplomasi digital dapat digunakan untuk memenangkan opini publik dalam memperkuat ketahanan nasional. Latar belakang penelitian didasarkan pada perkembangan teknologi informasi yang pesat dan meningkatnya interkonektivitas global yang mengubah lanskap diplomasi tradisional menjadi diplomasi digital. Fenomena ini menuntut negara, termasuk Indonesia, untuk beradaptasi agar mampu memanfaatkan teknologi digital dalam membangun citra positif, memperkuat diplomasi publik, dan menjaga stabilitas nasional di tengah tantangan seperti disinformasi, ancaman siber, dan kesenjangan digital. Tujuan penelitian ini adalah merumuskan langkah strategis yang terintegrasi guna mengoptimalkan diplomasi digital bagi pemenangan opini publik serta memperkuat ketahanan nasional Indonesia di era globalisasi digital.
Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif-analitis melalui studi kepustakaan terhadap berbagai sumber ilmiah, peraturan perundangan, laporan resmi, serta data digital nasional dan internasional. Analisis dilakukan dengan mengacu pada teori agenda-setting, konstruktivisme, dan konsep ketahanan nasional. Landasan teoritis ini digunakan untuk menjelaskan hubungan antara strategi komunikasi digital, pembentukan persepsi publik, serta kontribusinya terhadap daya tahan bangsa di tengah disrupsi informasi global.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa diplomasi digital memiliki potensi besar dalam meningkatkan efektivitas kebijakan luar negeri, membentuk opini publik positif, serta memperkuat posisi Indonesia di kancah internasional. Namun, tantangan serius masih dihadapi, seperti maraknya disinformasi, rendahnya literasi digital, dan ancaman keamanan siber. Kesimpulan penelitian menegaskan bahwa optimalisasi diplomasi digital memerlukan strategi yang terpadu melalui penguatan regulasi, literasi digital, kolaborasi lintas sektor, serta pembangunan nation branding yang berkelanjutan. Diplomasi digital yang adaptif, transparan, dan inklusif menjadi instrumen penting dalam memperkuat ketahanan nasional di era digital.
Kata Kunci: diplomasi digital, opini publik, ketahanan nasional, keamanan siber, literasi digital.
Tidak tersedia versi lain