Buku Cetak
Membangun jaringan transportasi terpadu guna meningkatkan konektivitas antar wilayah
Penelitian ini berjudul “Membangun Jaringan Transportasi Terpadu Guna Meningkatkan Konektivitas Antarwilayah”. Latar belakang penelitian ini berangkat dari permasalahan ketimpangan pembangunan infrastruktur transportasi antara wilayah barat dan timur Indonesia yang mengakibatkan disparitas ekonomi, sosial, dan aksesibilitas. Permasalahan utama yang dirumuskan adalah bagaimana membangun jaringan transportasi terpadu guna meningkatkan konektivitas antarwilayah dalam mendukung pemerataan pembangunan nasional. Tujuan penelitian ini adalah untuk memberikan analisis strategis serta rekomendasi kebijakan yang dapat mewujudkan sistem transportasi nasional yang efisien, inklusif, dan berkelanjutan, sebagai bagian dari upaya memperkuat integrasi wilayah dan ketahanan nasional.
Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif, dengan analisis berbasis data sekunder dari berbagai literatur akademik, regulasi, dan laporan lembaga pemerintah maupun internasional. Teknik analisis yang digunakan meliputi kajian teoritis dan empiris berdasarkan Teori Pembangunan Infrastruktur (Hirschman), Teori Integrasi Transportasi Antarmoda, Teori Konektivitas Wilayah, dan Teori Pembangunan Wilayah (Weber). Pendekatan multidisipliner yang digunakan mengaitkan aspek kebijakan publik, pembangunan wilayah, dan ketahanan nasional untuk merumuskan strategi penguatan sistem transportasi multimoda di Indonesia.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembangunan jaringan transportasi terpadu berpengaruh signifikan terhadap peningkatan konektivitas antarwilayah, efisiensi logistik, serta pemerataan pertumbuhan ekonomi. Implementasi proyek strategis seperti Jalan Tol Trans-Jawa dan Trans-Sumatra, Kereta Cepat Jakarta–Bandung, MRT, dan Program Tol Laut telah meningkatkan aksesibilitas dan menurunkan biaya logistik nasional. Namun, tantangan masih terdapat pada ketimpangan infrastruktur di wilayah timur, keterbatasan pendanaan, serta lemahnya integrasi antarmoda dan koordinasi antarlevel pemerintahan. Kesimpulannya, percepatan pembangunan transportasi terpadu perlu didukung oleh kebijakan lintas sektor, pembiayaan inovatif, dan tata kelola yang harmonis antara pusat dan daerah guna memperkuat konektivitas nasional dan mewujudkan pembangunan yang merata dan berkeadilan.
Kata kunci: transportasi terpadu, konektivitas antarwilayah, ketimpangan pembangunan, kebijakan infrastruktur, ketahanan nasional.
Tidak tersedia versi lain