Buku Cetak
Kolaborasi industri dan pendidikan guna mengatasi brain drain
Penelitian ini berjudul “Kolaborasi Industri dan Pendidikan Guna Mengatasi Brain Drain”. Fenomena brain drain yang melanda Indonesia ditandai dengan meningkatnya kecenderungan generasi muda berpendidikan tinggi untuk bekerja atau melanjutkan studi ke luar negeri, yang berpotensi menghambat pembangunan nasional. Latar belakang masalah berakar pada ketidakseimbangan antara jumlah tenaga kerja terdidik dengan ketersediaan lapangan kerja berkualitas di dalam negeri. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penyebab dan dampak brain drain serta merumuskan strategi kolaborasi antara sektor industri dan pendidikan dalam menahan laju migrasi talenta produktif guna mendukung visi Indonesia Emas 2045.
Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan teknik analisis deskriptif dan pendekatan analisis SOAR (Strengths, Opportunities, Aspirations, and Results). Pendekatan ini dipilih untuk mengidentifikasi kekuatan, peluang, aspirasi, dan hasil yang dapat dicapai dalam menciptakan sinergi antara dunia pendidikan dan dunia industri. Landasan teori yang digunakan meliputi Collaborative Governance Theory oleh Ansell dan Gash (2007) dan Triple Helix Model oleh Etzkowitz dan Leydesdorff (1995), yang menjelaskan pentingnya sinergi antara pemerintah, akademisi, dan industri dalam mengembangkan kebijakan dan inovasi strategis untuk meningkatkan daya saing sumber daya manusia Indonesia.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa brain drain di Indonesia disebabkan oleh keterbatasan kesempatan kerja, rendahnya relevansi pendidikan terhadap kebutuhan industri, serta ketidakstabilan ekonomi domestik. Kolaborasi yang efektif antara industri dan pendidikan dapat memperkecil kesenjangan keterampilan (skill mismatch), meningkatkan kualitas tenaga kerja nasional, dan menciptakan peluang kerja berdaya saing global di dalam negeri. Kesimpulan penelitian menegaskan bahwa strategi kolaboratif berbasis Triple Helix dan Collaborative Governance menjadi solusi strategis dalam mengubah potensi brain drain menjadi brain gain untuk memperkuat ketahanan nasional dan mewujudkan Indonesia yang berdaya saing global.
Kata kunci: kolaborasi industri-pendidikan, brain drain, Triple Helix, Collaborative Governance, ketahanan nasional, Indonesia Emas 2045.
Tidak tersedia versi lain