Buku Cetak
Pembiayaan sektor keuangan guna akselerasi hilirisasi pangan
Penelitian ini berjudul “Pembiayaan Sektor Keuangan Guna Akselerasi Hilirisasi Pangan”. Dilatarbelakangi oleh tantangan rendahnya dukungan pembiayaan terhadap sektor hilirisasi pangan di Indonesia, yang hanya mencapai sekitar 7% dari total kredit perbankan, padahal sektor ini berkontribusi signifikan terhadap PDB dan ketahanan pangan nasional. Rumusan masalah penelitian ini adalah bagaimana meningkatkan peran sektor keuangan dalam mendukung akselerasi hilirisasi pangan agar mampu menjadi katalis transformasi ekonomi sesuai dengan visi Asta Cita. Tujuan penelitian ini adalah memberikan analisis komprehensif terhadap perkembangan, tantangan, dan langkah strategis pembiayaan hilirisasi pangan, guna memperkuat ekosistem industri pangan yang inklusif dan berkelanjutan.
Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui studi kepustakaan, focus group discussion (FGD), dan analisis gap untuk memetakan kondisi aktual pembiayaan hilirisasi pangan serta mengidentifikasi perbedaan antara kebijakan yang ada dengan kebutuhan di lapangan. Analisis dilakukan berdasarkan kerangka teori pertumbuhan ekonomi, teori hilirisasi, teori finance-growth nexus, sistem pembiayaan pembangunan, serta teori rantai nilai (value chain). Pendekatan ini digunakan untuk mengkaji faktor-faktor yang mempengaruhi dinamika penawaran (supply) dan permintaan (demand) pembiayaan sektor keuangan, serta menyusun rekomendasi kebijakan strategis yang aplikatif dan berorientasi pada kepentingan nasional.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembiayaan sektor keuangan terhadap hilirisasi pangan belum optimal karena berbagai kendala seperti keterbatasan agunan, skema kredit yang belum sesuai karakteristik komoditas, serta rendahnya literasi dan inklusi keuangan pelaku usaha. Penelitian ini merekomendasikan penguatan model pembiayaan Kredit Usaha Rakyat (KUR) berbasis klaster, pembentukan lembaga pembiayaan khusus sektor pangan, pemanfaatan data digital dan fintech untuk meningkatkan bankability UMKM, serta sinergitas lintas sektor dalam kebijakan fiskal dan regulasi pembiayaan. Kesimpulannya, peningkatan pembiayaan sektor keuangan merupakan kunci akselerasi hilirisasi pangan yang berdaya saing, berkelanjutan, dan mendukung ketahanan pangan nasional menuju visi Indonesia Emas 2045.
Kata kunci: pembiayaan sektor keuangan, hilirisasi pangan, ketahanan pangan, KUR klaster, inklusi keuangan.
Tidak tersedia versi lain