Buku Cetak
Pemanfaatan teknologi digital dalam tata kelola pertanian guna ketahanan pangan nasional
Penelitian ini berjudul “Pemanfaatan Teknologi Digital dalam Tata Kelola Pertanian Guna Ketahanan Pangan Nasional”. Dilatarbelakangi oleh permasalahan kompleks sektor pertanian Indonesia, seperti perubahan iklim, fluktuasi produksi, rendahnya kualitas SDM petani, serta keterbatasan infrastruktur distribusi dan digitalisasi. Permasalahan tersebut berdampak pada ketahanan pangan nasional yang menjadi salah satu pilar ketahanan nasional. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pemanfaatan teknologi digital dalam tata kelola pertanian, mengidentifikasi kendala implementasinya, serta merumuskan strategi penguatan digitalisasi pertanian guna mendukung ketahanan pangan nasional secara berkelanjutan.
Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan yang bersumber dari data empiris, kebijakan nasional, dan literatur akademik terkait. Analisis dilakukan menggunakan teori transformasi digital, konsep agribisnis, serta metode analisis SWOT untuk mengidentifikasi faktor internal dan eksternal yang memengaruhi pemanfaatan teknologi digital dalam tata kelola pertanian. Pendekatan Ketahanan Nasional diterapkan untuk mengkaji permasalahan secara komprehensif, holistik, dan integralistik, dengan mempertimbangkan aspek politik, ekonomi, sosial, teknologi, hukum, dan lingkungan (PESTLE).
Hasil penelitian menunjukkan bahwa digitalisasi pertanian melalui penerapan smart farming, Internet of Things (IoT), Big Data, dan Artificial Intelligence (AI) mampu meningkatkan efisiensi produksi, distribusi, dan pengelolaan data pangan. Namun, tantangan utama meliputi keterbatasan infrastruktur digital di pedesaan, fragmentasi data, dan rendahnya literasi digital petani. Penelitian menyimpulkan bahwa kolaborasi antara pemerintah, BUMD, akademisi, dan sektor swasta sangat penting untuk memperkuat integrasi sistem digital pertanian sebagai strategi ketahanan pangan nasional. Digitalisasi pertanian menjadi arah transformasi strategis menuju sistem pangan yang tangguh, adaptif, dan berkelanjutan.
Kata kunci: teknologi digital, tata kelola pertanian, smart farming, BUMD pangan, ketahanan pangan nasional.
Tidak tersedia versi lain