Buku Cetak
Industrialisasi kelapa sawit guna meningkatkan ketahanan energi nasional
Penelitian ini berjudul “Industrialisasi Kelapa Sawit Guna Meningkatkan Ketahanan Energi Nasional”. Dilatarbelakangi oleh meningkatnya kebutuhan energi nasional serta tantangan ketergantungan terhadap energi fosil impor. Indonesia sebagai produsen kelapa sawit terbesar di dunia memiliki potensi besar dalam pengembangan energi terbarukan melalui produk turunannya, terutama biodiesel. Permasalahan utama yang dikaji adalah bagaimana industrialisasi kelapa sawit dapat berkontribusi dalam memperkuat ketahanan energi nasional, faktor-faktor apa yang memengaruhi pengembangannya, serta langkah strategis pemerintah dalam mendukung penguatan sektor ini. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan analisis strategis dan rekomendasi kebijakan berbasis bukti dalam upaya mewujudkan kemandirian energi nasional yang berkelanjutan, efisien, dan ramah lingkungan.
Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif-deskriptif dengan pendekatan multidisipliner melalui studi kepustakaan dan analisis kebijakan publik. Data yang digunakan bersumber dari literatur sekunder seperti peraturan perundang-undangan, laporan kementerian, hasil riset institusi, serta publikasi ilmiah nasional dan internasional. Analisis dilakukan dengan menelaah keterkaitan antara kebijakan energi, dinamika industri kelapa sawit, dan tujuan ketahanan nasional. Landasan teori yang digunakan meliputi teori pembangunan berkelanjutan, teori transisi sosio-teknis, serta konsep ketahanan energi menurut Sovacool dan Brown, yang secara integratif digunakan untuk menilai efektivitas kebijakan industrialisasi sawit dalam konteks energi nasional.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa industrialisasi kelapa sawit, khususnya dalam bentuk biodiesel (B30–B40), telah memberikan kontribusi signifikan terhadap ketahanan energi nasional melalui pengurangan impor solar, penghematan devisa hingga ratusan triliun rupiah, serta peningkatan nilai tambah ekonomi nasional. Selain itu, sektor ini menyerap lebih dari 16 juta tenaga kerja dan mendukung pengentasan kemiskinan di daerah perkebunan. Namun demikian, masih terdapat tantangan dalam aspek teknis, kelembagaan, dan keberlanjutan lingkungan. Kesimpulan penelitian menegaskan bahwa keberhasilan industrialisasi kelapa sawit membutuhkan sinergi lintas sektor, peningkatan inovasi teknologi, penguatan tata kelola berkelanjutan (ISPO/RSPO), serta kolaborasi antara pemerintah, industri, dan masyarakat untuk memastikan tercapainya ketahanan energi nasional yang tangguh dan berkeadilan.
Kata kunci: industrialisasi kelapa sawit, biodiesel, energi terbarukan, ketahanan energi nasional, pembangunan berkelanjutan.
Tidak tersedia versi lain