Buku Cetak
Ketahanan energi guna menjamin keberlanjutan pembangunan Singapura
Penelitian ini berjudul “Ketahanan Energi Guna Menjamin Keberlanjutan Pembangunan Singapura”. Dilatarbelakangi oleh permasalahan utama ketergantungan tinggi Singapura terhadap impor energi, kerentanan terhadap gangguan pasokan akibat dinamika geopolitik dan iklim, serta kebutuhan mendesak untuk transisi menuju energi rendah karbon. Kajian ini bertujuan untuk menganalisis strategi dan kebijakan yang dapat ditempuh Singapura dalam memperkuat ketahanan energi demi menjamin keberlanjutan pembangunan nasional. Rumusan masalah difokuskan pada tiga aspek utama, yaitu tantangan ketahanan energi, upaya pengurangan ketergantungan impor tanpa mengorbankan keamanan energi, serta peran kerja sama regional dan inovasi teknologi dalam mendukung pembangunan berkelanjutan.
Penelitian ini menggunakan metode analisis kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kepustakaan berbasis data sekunder dari laporan resmi, kebijakan energi, dan publikasi akademik. Analisis dilakukan melalui model SWOT–TOWS, scenario building and planning, serta sintesis tematik dari wawancara dan diskusi strategis. Landasan teorinya mengacu pada Energy Security Theory, Energy Diversification Theory, dan Triple Bottom Line (3Ps: People, Planet, Profit) yang dikaitkan dengan konsep Total Defence dan paradigma Ketahanan Nasional Lemhannas RI. Pendekatan multidisiplin ini menilai keterkaitan antara pasokan energi, keberlanjutan lingkungan, dan diplomasi regional untuk membangun ketahanan sistem energi Singapura hingga tahun 2050.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketahanan energi Singapura sangat dipengaruhi oleh kemampuan diversifikasi pasokan, integrasi kerja sama energi ASEAN, serta pengembangan teknologi bersih seperti tenaga surya, hidrogen hijau, dan carbon capture storage. Simulasi skenario menunjukkan bahwa bauran energi terbarukan dan inovasi teknologi dapat menurunkan ketergantungan impor hingga 30% pada tahun 2035 tanpa menurunkan keandalan pasokan listrik nasional. Kesimpulannya, penguatan ketahanan energi memerlukan sinergi kebijakan lintas sektor, peningkatan investasi riset energi bersih, dan diplomasi regional yang adaptif agar Singapura mampu mempertahankan stabilitas ekonomi sekaligus mencapai target emisi nol bersih pada tahun 2050.
Kata kunci: ketahanan energi, pembangunan berkelanjutan, diversifikasi energi, kerja sama regional, inovasi teknologi, Singapura.
Tidak tersedia versi lain