Buku Cetak
Pengembangan perang asimetris udara guna mendukung perang gerilya dalam rangka ketahanan nasional
Penelitian ini berjudul “Pengembangan Perang Asimetris Udara Guna Mendukung Perang Gerilya dalam Rangka Ketahanan Nasional”. Dilatarbelakangi oleh meningkatnya ancaman kontemporer yang bersifat non-konvensional seiring kemajuan teknologi global dan dinamika geopolitik di kawasan Indo-Pasifik, khususnya Laut China Selatan. Kesenjangan kekuatan militer konvensional mendorong perlunya strategi pertahanan alternatif berbasis perang asimetris udara sebagai bagian dari implementasi Sistem Pertahanan dan Keamanan Rakyat Semesta (Sishankamrata). Rumusan masalah penelitian ini adalah bagaimana pengembangan perang asimetris udara dapat mendukung perang gerilya dalam memperkuat ketahanan nasional Indonesia. Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi kondisi aktual, menganalisis dampak strategis, serta merumuskan strategi pengembangan perang asimetris udara yang relevan bagi konteks nasional.
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif-deskriptif melalui studi literatur dan analisis strategis dengan pendekatan multidisiplin berdasarkan teori Asymmetric Warfare, Guerrilla Warfare, dan National Resilience Theory. Teknik analisis yang digunakan adalah model ROSITA (Regulasi, Organisasi, Sumber Daya Manusia, Infrastruktur, Teknologi, dan Anggaran) untuk menilai kesiapan Indonesia dalam membangun sistem pertahanan udara non-konvensional. Data dianalisis secara kontekstual dengan mempertimbangkan peraturan perundangan, kondisi Alutsista nasional, serta pembelajaran dari berbagai konflik global seperti Rusia–Ukraina, Nagorno-Karabakh, dan Yaman yang menunjukkan efektivitas penggunaan drone, UAV, serta taktik udara presisi dalam perang asimetris modern.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengembangan perang asimetris udara menjadi kebutuhan strategis dalam menghadapi potensi invasi atau ancaman superioritas militer di kawasan. Strategi ini mampu memperkuat efektivitas perang gerilya melalui pemanfaatan teknologi UAV, operasi lintas matra, dan sistem komando terdesentralisasi. Namun, Indonesia masih menghadapi kendala berupa ketergantungan impor teknologi pertahanan, keterbatasan SDM, serta belum adanya doktrin khusus perang asimetris udara. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penyusunan doktrin nasional dan penguatan industri pertahanan dalam negeri merupakan langkah penting untuk mewujudkan sistem pertahanan udara asimetris yang tangguh, adaptif, dan berdaya saing, guna mendukung ketahanan nasional yang berkelanjutan.
Kata kunci: perang asimetris udara, perang gerilya, ketahanan nasional, Sishankamrata, strategi pertahanan.
Tidak tersedia versi lain