Buku Cetak
Difusi inovasi teknologi pertanian guna mendukung ketahanan pangan
Penelitian ini berjudul “Difusi Inovasi Teknologi Pertanian Guna Mendukung Ketahanan Pangan”. Dilatarbelakangi oleh isu strategis ketahanan pangan nasional yang menjadi bagian dari misi Asta Cita Presiden dalam mewujudkan swasembada pangan. Meskipun Indonesia memiliki potensi pertanian besar, tantangan seperti perubahan iklim, degradasi lahan, dominasi petani lansia, rendahnya adopsi teknologi, dan alih fungsi lahan produktif masih menjadi hambatan. Rumusan masalah penelitian ini adalah bagaimana difusi inovasi teknologi pertanian dapat mendukung ketahanan pangan nasional. Tujuan penelitian adalah untuk mengidentifikasi, menganalisis, dan merumuskan strategi difusi inovasi teknologi pertanian yang efektif dalam meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan petani guna memperkuat ketahanan pangan.
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan analisis deskriptif dan kerangka PESTEL (Political, Economic, Social, Technological, Environmental, and Legal) untuk menilai faktor-faktor eksternal yang memengaruhi adopsi teknologi pertanian. Landasan teorinya menggunakan Teori Difusi Inovasi dari Everett M. Rogers, yang menjelaskan proses penyebaran inovasi berdasarkan unsur keuntungan relatif, kompatibilitas, kompleksitas, observabilitas, dan trialability. Data sekunder dikumpulkan dari berbagai sumber seperti laporan instansi pemerintah, jurnal ilmiah, serta regulasi pertanian nasional. Pendekatan penelitian diarahkan pada kepentingan nasional, dengan menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah, akademisi, dan sektor swasta dalam mempercepat difusi teknologi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa difusi inovasi teknologi pertanian memiliki peran penting dalam meningkatkan produktivitas, efisiensi, dan keberlanjutan pertanian Indonesia. Implementasi teknologi seperti mekanisasi, digitalisasi, dan pertanian presisi terbukti mampu meningkatkan hasil panen hingga 10% dan pendapatan petani lebih dari 11% di wilayah percontohan. Namun, hambatan berupa keterbatasan SDM, modal, dan akses informasi masih signifikan. Kesimpulan penelitian menegaskan bahwa keberhasilan difusi inovasi memerlukan dukungan kebijakan yang berkelanjutan, penguatan kapasitas SDM pertanian, serta integrasi lintas sektor. Strategi kolaboratif berbasis inovasi menjadi kunci dalam mewujudkan ketahanan pangan yang tangguh dan berkelanjutan di Indonesia.
Kata Kunci: Difusi Inovasi, Teknologi Pertanian, Ketahanan Pangan, Petani Milenial, PESTEL.
Tidak tersedia versi lain