Buku Cetak
Kebijakan hirilisasi hasil tambang guna mendukung ketahanan ekonomi
Penelitian ini berjudul “Kebijakan Hilirisasi Hasil Tambang Guna Mendukung Ketahanan Ekonomi”. Dilatarbelakangi oleh pentingnya pengelolaan Sumber Kekayaan Alam (SKA) secara mandiri dan berkelanjutan untuk memperkuat ketahanan ekonomi nasional di tengah dinamika global yang tidak menentu. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana kebijakan hilirisasi hasil tambang dapat mendukung ketahanan ekonomi nasional. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji urgensi hilirisasi sebagai strategi peningkatan nilai tambah sumber daya alam, penguatan struktur industri nasional, dan perlindungan terhadap kedaulatan ekonomi Indonesia dalam menghadapi tantangan global serta mewujudkan Indonesia Emas 2045.
Penelitian ini menggunakan metode deskriptif-analitis dengan pendekatan multidisipliner berbasis kepentingan nasional. Data diperoleh melalui studi literatur, laporan pemerintah, dan sumber sekunder lainnya. Analisis dilakukan menggunakan model PESTEL (Political, Economic, Social, Technological, Environmental, and Legal) guna mengidentifikasi faktor-faktor eksternal yang memengaruhi keberhasilan kebijakan hilirisasi, serta teori pendukung seperti teori kebijakan publik (North & Kingdon), teori keunggulan kompetitif (Porter), dan teori pembangunan berkelanjutan (Daly). Kajian ini menilai bahwa hilirisasi merupakan instrumen strategis untuk menciptakan kemandirian ekonomi nasional yang tangguh, inklusif, dan berdaya saing.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebijakan hilirisasi hasil tambang, khususnya pada komoditas nikel, telah berkontribusi signifikan terhadap peningkatan nilai tambah ekonomi nasional, penciptaan lapangan kerja, dan peningkatan investasi, meskipun masih menghadapi berbagai tantangan seperti dominasi asing, keterbatasan teknologi, dan dampak lingkungan. Kesimpulannya, hilirisasi hasil tambang berpotensi besar memperkuat ketahanan ekonomi nasional apabila didukung oleh sinergi lintas sektor, kepastian regulasi, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, dan penerapan prinsip pembangunan berkelanjutan.
Kata kunci: Hilirisasi, Ketahanan Ekonomi, Kebijakan Nasional, Sumber Daya Alam, Pembangunan Berkelanjutan.
Tidak tersedia versi lain