Buku Cetak
Sistem pengelolaan wilayah pertahanan berbasis agrikultur guna mendukung program ketahanan pangan
Penelitian ini berjudul “Sistem Pengelolaan Wilayah Pertahanan Berbasis Agrikultur Guna Mendukung Program Ketahanan Pangan”. Dilatarbelakangi oleh pentingnya ketahanan pangan sebagai bagian dari ketahanan nasional di tengah tantangan global seperti perubahan iklim, urbanisasi, dan krisis geopolitik. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana sistem pengelolaan wilayah pertahanan berbasis agrikultur dapat mendukung program ketahanan pangan nasional. Tujuan penelitian ini untuk merumuskan strategi optimalisasi pemanfaatan wilayah pertahanan, khususnya lahan milik TNI, agar berperan produktif dalam mendukung kemandirian pangan serta memperkuat stabilitas nasional melalui pendekatan pertahanan non-militer yang kolaboratif, adaptif, dan berkelanjutan.
Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analisis dengan pendekatan kualitatif berdasarkan teori manajemen Terry, teori Malthusian, serta analisis SWOT sebagai alat analisis strategis. Teknik analisis data dilakukan melalui telaah literatur, kajian regulasi, dan pemetaan potensi wilayah pertahanan yang relevan dengan ketahanan pangan. Landasan teori memperkuat hubungan antara sistem pertahanan dan sektor agrikultur sebagai elemen integral dalam menjaga kedaulatan negara. Analisis SWOT digunakan untuk mengidentifikasi kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman dalam implementasi sistem pengelolaan wilayah pertahanan berbasis agrikultur.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi sektor pertahanan dengan agrikultur memiliki potensi besar untuk memperkuat ketahanan pangan nasional, terutama melalui pemanfaatan Daerah Latihan TNI (Rahlat) sebagai lahan produktif. Pembentukan Yonif Teritorial Pembangunan (Yonif TP) dinilai efektif dalam menggerakkan masyarakat dan meningkatkan produksi pangan di wilayah strategis. Kendala utama mencakup kurangnya sinergi lintas lembaga, keterbatasan infrastruktur, dan tantangan sosial budaya. Kesimpulannya, sistem pengelolaan wilayah pertahanan berbasis agrikultur dapat menjadi model ketahanan pangan yang inovatif dan berdaya guna, dengan syarat adanya koordinasi terpadu antar-stakeholder dan kebijakan pemerintah yang konsisten dalam mendukung kemandirian pangan nasional.
Kata kunci: ketahanan pangan, wilayah pertahanan, agrikultur, TNI, sistem pengelolaan, Lemhannas RI.
Tidak tersedia versi lain