Buku Cetak
Mitigasi dampak perubahan iklim di pulau terluar guna kesiapsiagaan penanggulangan bencana
Penelitian ini berjudul “Mitigasi Dampak Perubahan Iklim di Pulau Terluar Guna Kesiapsiagaan Penanggulangan Bencana”. Dilatarbelakangi oleh meningkatnya ancaman perubahan iklim global terhadap pulau-pulau kecil terluar Indonesia, khususnya Pulau Miangas di Kabupaten Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara. Kondisi geografis yang terisolasi, keterbatasan infrastruktur, serta ketergantungan masyarakat terhadap sumber daya pesisir menjadikan wilayah ini sangat rentan terhadap bencana hidrometeorologi seperti badai tropis, gelombang tinggi, dan abrasi pantai. Rumusan masalah penelitian ini mencakup kondisi aktual mitigasi dampak perubahan iklim di Pulau Miangas, permasalahan utama yang dihadapi, dan strategi yang dapat diterapkan untuk memperkuat kesiapsiagaan serta ketahanan nasional. Tujuan penelitian ini adalah memberikan kontribusi pemikiran strategis bagi pemerintah dalam memperkuat kapasitas mitigasi dan kesiapsiagaan bencana di wilayah terluar Indonesia.
Penelitian ini menggunakan metode deskriptif-analitis dengan pendekatan studi literatur dan integrasi perspektif ketahanan nasional. Analisis dilakukan dengan memanfaatkan kerangka teori Sistem Ekologi (Ludwig von Bertalanffy), Sistem Sosio-Ekologis (Elinor Ostrom), Kapasitas Adaptif (Brian Walker), Astagatra Lemhannas RI, serta Sendai Framework for Disaster Risk Reduction. Teknik analisis yang digunakan meliputi PESTLE, SWOT, dan Force Field Analysis untuk mengidentifikasi faktor politik, sosial, ekonomi, teknologi, hukum, serta lingkungan yang memengaruhi efektivitas mitigasi. Pendekatan Ends–Ways–Means digunakan untuk merumuskan strategi yang aplikatif, integratif, dan berkelanjutan dalam memperkuat sistem mitigasi adaptif di Pulau Miangas.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem mitigasi di Pulau Miangas masih berada pada tahap awal, dengan kelemahan utama berupa belum adanya sistem peringatan dini, keterbatasan regulasi lokal, serta minimnya kapasitas sumber daya manusia. Strategi penguatan diarahkan pada transformasi tata kelola, pemberdayaan komunitas, dan penerapan teknologi adaptif melalui tujuh aspek tata kelola: regulasi, organisasi, SDM, infrastruktur, teknologi, pembiayaan, dan kemitraan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Miangas dapat menjadi model desa tangguh iklim nasional apabila strategi mitigasi diterapkan secara bertahap dan konsisten, serta diintegrasikan dalam kebijakan pembangunan nasional sebagai bagian dari penguatan ketahanan nasional berbasis ekologi dan sosial.
Kata kunci: mitigasi perubahan iklim, kesiapsiagaan bencana, Pulau Miangas, ketahanan nasional, Lemhannas RI.
Tidak tersedia versi lain