Buku Cetak
Revitalisasi kepemimpinan digital guna mewujudkan sumber daya manusia unggul
Penelitian ini berjudul “Revitalisasi Kepemimpinan Digital Guna Mewujudkan Sumber Daya Manusia Unggul”. Dilatarbelakangi oleh kebutuhan mendesak akan transformasi kepemimpinan nasional di tengah akselerasi revolusi industri 4.0 dan percepatan digitalisasi global. Meskipun pemerintah telah meluncurkan berbagai kebijakan strategis seperti SPBE, Palapa Ring, dan program Digital Talent Scholarship, implementasinya masih menghadapi kendala struktural dan kultural yang menghambat optimalisasi kepemimpinan digital. Rumusan masalah penelitian ini mencakup: bagaimana kondisi kepemimpinan digital saat ini, bagaimana dampak revitalisasi kepemimpinan digital terhadap SDM unggul, serta bagaimana langkah-langkah strategis yang perlu dilakukan. Tujuan penelitian ini adalah memberikan kontribusi pemikiran konseptual dan praktis dalam membangun kebijakan pengembangan kepemimpinan digital berbasis bukti untuk memperkuat daya saing bangsa melalui SDM unggul.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif deskriptif dengan teknik analisis konten dan interpretasi tematik terhadap data sekunder. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan Kepentingan Nasional dan Ketahanan Nasional dengan analisis multidisiplin. Landasan teori meliputi Digital Leadership Framework, Agentic Leadership Theory, dan Strategic Integration of AI in Leadership. Instrumen analisis PESTL (politik, ekonomi, sosial, teknologi, dan legal) digunakan untuk mengidentifikasi faktor lingkungan strategis yang memengaruhi revitalisasi kepemimpinan digital. Data dan referensi diperoleh dari berbagai sumber resmi seperti Kemenkominfo, Kemenpan RB, UNDP, World Bank, serta studi akademik terkini terkait kepemimpinan digital dan transformasi SDM.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa revitalisasi kepemimpinan digital memiliki dampak signifikan terhadap peningkatan kualitas pelayanan publik, penguatan kompetensi digital, dan transformasi paradigma manajemen SDM nasional. Hambatan utama terletak pada kesenjangan infrastruktur digital, defisit talenta digital, dan rendahnya literasi digital di kalangan aparatur. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kepemimpinan digital yang visioner, kolaboratif, dan berbasis data menjadi kunci dalam membangun SDM unggul yang adaptif terhadap teknologi dan berdaya saing global. Revitalisasi kepemimpinan digital harus diwujudkan melalui kebijakan terintegrasi yang melibatkan pemerintah, dunia pendidikan, dan sektor swasta.
Kata Kunci: Kepemimpinan Digital, Revitalisasi, Sumber Daya Manusia Unggul, Transformasi Digital, Ketahanan Nasional.
Tidak tersedia versi lain