Buku Cetak
Membangun persatuan melalui olahraga guna membentuk nasionalisme generasi muda
Penelitian ini berjudul “Membangun Persatuan Melalui Olahraga Guna Membentuk Nasionalisme Generasi Muda”. Dilatarbelakangi oleh fenomena menurunnya rasa nasionalisme di kalangan generasi muda akibat pengaruh globalisasi, digitalisasi, dan budaya asing. Di tengah tantangan tersebut, olahraga khususnya pencak silat sebagai warisan budaya Indonesia yang diakui UNESCO memiliki potensi besar untuk menumbuhkan semangat kebangsaan dan memperkuat persatuan nasional. Permasalahan utama penelitian ini adalah bagaimana olahraga, khususnya pencak silat, dapat dijadikan strategi dalam membentuk nasionalisme generasi muda Indonesia melalui pendekatan geopolitik dan geostrategi nasional. Tujuan penelitian ini ialah merumuskan strategi integratif yang dapat memperkuat identitas kebangsaan generasi muda melalui revitalisasi olahraga tradisional.
Penelitian ini menggunakan metode deskriptif-kualitatif dengan pendekatan komprehensif-integral dan interdisipliner yang mencakup dimensi ideologi, politik, sosial-budaya, dan pertahanan. Data yang digunakan bersumber dari peraturan perundang-undangan, laporan kementerian dan lembaga terkait, hasil penelitian, serta data empiris tentang partisipasi dan prestasi pencak silat di tingkat nasional maupun internasional. Landasan teori yang digunakan meliputi teori nasionalisme (Tatang Muttaqin), teori soft power (Joseph S. Nye), serta teori pengembangan sumber daya manusia (Gouzali) yang menekankan pembentukan karakter melalui aktivitas olahraga.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pencak silat berperan strategis sebagai media pembentukan karakter, sarana pendidikan nilai kebangsaan, serta instrumen soft power diplomacy Indonesia di dunia internasional. Namun, rendahnya partisipasi generasi muda, lemahnya dukungan kebijakan, dan kurangnya promosi menjadi tantangan utama yang perlu diatasi. Kesimpulannya, revitalisasi pencak silat melalui integrasi dalam sistem pendidikan, promosi digital, dan kolaborasi lintas sektor dapat memperkuat nasionalisme generasi muda sekaligus menjadikan olahraga sebagai kekuatan budaya bangsa yang berdaya saing global.
Kata kunci: nasionalisme, pencak silat, olahraga, generasi muda, soft power, ketahanan budaya.
Tidak tersedia versi lain