Buku Cetak
Pengembangan lintas penyeberangan dalam perspektif konektivitas intra dan antar wilayah di Indonesia
Penelitian ini berjudul “Pengembangan Lintas Penyeberangan dalam Perspektif Konektivitas Intra dan Antar Wilayah di Indonesia”. Latar belakang penelitian didasari oleh kondisi geografis Indonesia sebagai negara kepulauan yang menuntut sistem transportasi perairan yang andal guna memperkuat konektivitas wilayah dan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional, khususnya di daerah tertinggal. Permasalahan utama yang dikaji adalah belum optimalnya pengembangan lintas penyeberangan sehingga belum mampu memacu pertumbuhan ekonomi secara merata antarwilayah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kondisi eksisting lintas penyeberangan di Indonesia serta merumuskan kebijakan pengembangannya dalam rangka meningkatkan konektivitas intra dan antarwilayah guna mendukung pembangunan ekonomi nasional.
Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kepustakaan (literature review). Data diperoleh dari sumber sekunder berupa peraturan perundang-undangan, dokumen kebijakan nasional, data statistik, serta literatur akademik yang relevan. Teknik analisis data dilakukan melalui analisis kebijakan dan analisis keruangan dengan menggunakan landasan teori konektivitas wilayah, teori transportasi, teori keunggulan komparatif, teori manajemen, dan teori kebijakan publik sebagai kerangka teoritis dalam pembahasan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengembangan lintas penyeberangan di Indonesia, khususnya di daerah tertinggal kawasan timur, belum berjalan optimal akibat keterbatasan infrastruktur, armada, serta sinkronisasi kebijakan pusat dan daerah. Kondisi tersebut berdampak pada rendahnya konektivitas wilayah dan lambatnya pertumbuhan ekonomi daerah. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penguatan kebijakan pengembangan lintas penyeberangan yang terintegrasi, berkelanjutan, dan berbasis konektivitas wilayah sangat diperlukan guna mempercepat pemerataan pembangunan ekonomi, memperkuat kesatuan wilayah, serta meningkatkan ketahanan nasional.
Kata kunci: lintas penyeberangan, konektivitas wilayah, transportasi perairan, pembangunan ekonomi, daerah tertinggal.
Tidak tersedia versi lain