Buku Cetak
Pemanfaatan media sosial untuk meningkatkan ketahanan nasional
Penelitian ini berjudul “Pemanfaatan Media Sosial untuk Meningkatkan Ketahanan Nasional”. Dilatarbelakangi oleh pesatnya perkembangan teknologi informasi dan meningkatnya penggunaan media sosial di Indonesia, khususnya di kalangan generasi muda. Arus informasi yang masif di ruang digital membawa implikasi strategis terhadap kehidupan berbangsa dan bernegara, baik berupa peluang maupun ancaman terhadap ketahanan nasional. Permasalahan utama yang dikaji adalah bagaimana pemanfaatan media sosial dapat dioptimalkan untuk meningkatkan ketahanan nasional, terutama dalam aspek ideologi, supremasi hukum, pemahaman teknologi informasi, dan moral masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran media sosial sebagai instrumen strategis dalam memperkuat ketahanan nasional serta merumuskan upaya-upaya yang dapat dilakukan oleh negara dan masyarakat.
Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif analitis dengan pendekatan kualitatif melalui studi kepustakaan. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menelaah data sekunder berupa peraturan perundang-undangan, dokumen resmi, hasil riset, serta literatur yang relevan. Analisis data dilakukan secara komprehensif dengan perspektif kepentingan nasional yang berlandaskan Empat Konsensus Dasar Bangsa. Landasan teori yang digunakan meliputi Teori Agenda Setting, Teori Spiral Keheningan, dan Teori Pemberdayaan, yang dipadukan dengan analisis lingkungan strategis global, regional, dan nasional sebagai pisau analisis dalam memahami dinamika pemanfaatan media sosial.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa media sosial memiliki potensi strategis untuk meningkatkan ketahanan nasional apabila dimanfaatkan secara bijak, terarah, dan bertanggung jawab. Media sosial dapat menjadi sarana efektif dalam menumbuhkan wawasan kebangsaan, memperkuat nasionalisme generasi muda, meningkatkan literasi digital, serta membangun moral dan karakter bangsa. Namun demikian, tanpa regulasi, pengawasan, dan peningkatan kualitas sumber daya manusia, media sosial juga berpotensi menjadi sumber ancaman nonmiliter. Penelitian ini menyimpulkan bahwa optimalisasi pemanfaatan media sosial memerlukan sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan generasi muda sebagai aktor utama guna mewujudkan ketahanan nasional yang tangguh dan berkelanjutan.
Kata kunci: media sosial, ketahanan nasional, generasi muda, nasionalisme, literasi digital.
Tidak tersedia versi lain