Buku Cetak
Internalisasi nilai-nilai Pancasila di kalangan generasi muda guna mengantisipasi berkembangnya intoleransi
Penelitian ini berjudul “Internalisasi Nilai-Nilai Pancasila di Kalangan Generasi Muda Guna Mengantisipasi Berkembangnya Intoleransi”. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada meningkatnya fenomena intoleransi di Indonesia, termasuk di kalangan generasi muda, yang ditandai dengan berkembangnya sikap radikal dan melemahnya toleransi antar kelompok masyarakat. Kondisi tersebut menunjukkan adanya penurunan penghayatan dan pengamalan nilai-nilai Pancasila sebagai dasar negara dan pandangan hidup bangsa. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana mengoptimalkan kegiatan internalisasi nilai-nilai Pancasila di kalangan generasi muda guna mengantisipasi berkembangnya intoleransi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis urgensi, tantangan, serta tata kelola internalisasi nilai-nilai Pancasila dalam memperkuat sikap toleransi generasi muda.
Metode penelitian yang digunakan adalah metode analisis kualitatif dengan pendekatan deskriptif melalui studi kepustakaan terhadap data primer dan sekunder. Teknik analisis data dilakukan dengan mengkaji peraturan perundang-undangan, teori-teori yang relevan, serta data empiris terkait intoleransi dan generasi muda, kemudian dianalisis secara sistematis menggunakan perspektif ketahanan nasional. Landasan teori yang digunakan meliputi teori internalisasi untuk menjelaskan proses penanaman nilai, teori sinergi untuk menganalisis pentingnya kerja sama antar pemangku kepentingan, serta teori manajemen untuk merumuskan tata kelola kegiatan internalisasi secara terencana, terorganisasi, dan berkelanjutan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa internalisasi nilai-nilai Pancasila di kalangan generasi muda merupakan kebutuhan yang mendesak dalam rangka mencegah berkembangnya intoleransi yang berpotensi mengganggu stabilitas nasional dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Tantangan yang dihadapi antara lain pengaruh globalisasi, penyebaran paham radikal melalui media digital, serta belum optimalnya koordinasi antar lembaga. Optimalisasi internalisasi dapat dilakukan melalui penguatan sinergi antara BPIP, Polri, lembaga pendidikan, dan komponen masyarakat dengan manajemen yang efektif dan berkelanjutan. Kesimpulannya, internalisasi nilai-nilai Pancasila yang dilaksanakan secara sistematis, sinergis, dan konsisten mampu membentuk generasi muda yang toleran, berkarakter, serta berkomitmen menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.
Kata kunci: internalisasi, nilai-nilai Pancasila, generasi muda, intoleransi, ketahanan nasional.
Tidak tersedia versi lain