Buku Cetak
Meningkatkan penguasaan teknologi AI (Artifical Intelligence) masyarakat Singapura untuk memperkuat ketahanan nasional
Penelitian ini berjudul “Meningkatkan Penguasaan Teknologi Artificial Intelligence (AI) Masyarakat Singapura untuk Memperkuat Ketahanan Nasional”. Dilatarbelakangi oleh pesatnya perkembangan Revolusi Industri 4.0 yang menempatkan Artificial Intelligence (AI) sebagai teknologi kunci dalam transformasi ekonomi, keamanan, dan tata kelola negara. Meskipun Singapura telah memiliki strategi nasional AI dan berbagai inisiatif digital, tingkat adopsi dan kesiapan masyarakat terhadap AI dinilai belum optimal. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana meningkatkan penguasaan teknologi AI oleh masyarakat Singapura dalam rangka memperkuat ketahanan nasional. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesiapan regulasi, kelembagaan, sumber daya manusia, pendidikan publik, serta kerja sama pemangku kepentingan dalam mendukung terwujudnya masyarakat AI (AI-Society) yang tangguh dan berdaya saing.
Penelitian ini menggunakan metode deskriptif-analitis melalui studi literatur, analisis dokumen kebijakan, dan data sekunder yang relevan. Pendekatan yang digunakan bersifat komprehensif, holistik, dan integral dengan perspektif ketahanan nasional. Landasan teori meliputi konsep Ketahanan Nasional, Kerangka Pertahanan Total (Total Defence Framework), paradigma Survival–Security–Success (S-3), serta analisis lingkungan strategis PESTLE. Analisis dilakukan melalui tahapan strategic sensemaking, manajemen risiko, dan pembangunan ketahanan guna mengidentifikasi kesenjangan antara kebijakan AI nasional dan kesiapan masyarakat.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun Singapura memiliki fondasi regulasi dan strategi AI yang relatif maju, masih terdapat kesenjangan dalam aspek literasi publik, kesiapan SDM, kejelasan regulasi operasional, serta sinergi antar pemangku kepentingan. Ancaman AI terhadap aspek psikologis, sosial, ekonomi, militer, sipil, dan digital berpotensi memengaruhi ketahanan nasional apabila tidak dikelola secara sistematis. Oleh karena itu, diperlukan penguatan tata kelola AI yang adaptif, pembangunan SDM berbasis kompetensi AI, peningkatan literasi publik, serta kolaborasi model penta-helix untuk mewujudkan visi AI-Society 2030. Disimpulkan bahwa peningkatan penguasaan teknologi AI oleh masyarakat merupakan prasyarat strategis untuk menjaga keberlanjutan, keamanan, dan daya saing Singapura di era disrupsi digital.
Kata kunci: Artificial Intelligence (AI), Ketahanan Nasional, Pertahanan Total, Literasi Digital, Tata Kelola AI, SDM, Revolusi Industri 4.0.
Tidak tersedia versi lain