Buku Cetak
Meningkatkan efektivitas BNPB dalam penanggulangan bencana
Penelitian ini berjudul “Meningkatkan Efektivitas BNPB dalam Penanggulangan Bencana”. Latar belakang penelitian ini didasari oleh tingginya intensitas dan kompleksitas bencana alam, nonalam, dan sosial di Indonesia, seperti gempa bumi, tsunami, kebakaran hutan, konflik sosial, terorisme, serta pandemi Covid-19, yang menimbulkan korban jiwa dan kerugian besar. Meskipun pemerintah telah membentuk BNPB berdasarkan Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2007, dalam praktiknya masih ditemukan berbagai kendala dalam aspek koordinasi, respons tanggap darurat, sistem peringatan dini, serta sinergi pusat dan daerah. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana efektivitas BNPB saat ini dan bagaimana langkah strategis untuk meningkatkannya. Penelitian ini bertujuan memberikan gambaran analitis sekaligus rekomendasi strategis guna meningkatkan efektivitas BNPB dalam penanggulangan bencana secara terencana, terpadu, dan berkelanjutan.
Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analitis melalui studi kepustakaan dan analisis data sekunder yang bersumber dari regulasi, dokumen resmi, laporan kinerja, serta data kejadian bencana. Pendekatan yang digunakan adalah perspektif kepentingan nasional dengan berlandaskan peraturan perundang-undangan terkait penanggulangan bencana serta teori organisasi dan teori efektivitas organisasi. Kerangka teoretis yang digunakan mengacu pada teori organisasi dari Prajudi Atmosudirjo serta teori efektivitas organisasi dari Richard M. Steers yang menekankan pentingnya karakteristik organisasi, lingkungan, sumber daya manusia, serta kebijakan dan praktik manajemen dalam menentukan keberhasilan organisasi mencapai tujuan. Analisis dilakukan dengan menilai kesesuaian antara tugas, fungsi, struktur, sumber daya, dan praktik manajemen BNPB dengan tuntutan lingkungan strategis global, regional, dan nasional.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa efektivitas BNPB dalam penanggulangan bencana masih menghadapi tantangan pada aspek koordinasi lintas sektor, integrasi pusat-daerah dengan BPBD, optimalisasi sistem peringatan dini, kesiapan sarana prasarana, serta penguatan kapasitas sumber daya manusia. Selain itu, dinamika lingkungan strategis seperti perkembangan teknologi informasi, radikalisme, serta pandemi global menuntut respons yang adaptif dan kolaboratif. Kesimpulannya, peningkatan efektivitas BNPB perlu dilakukan melalui penguatan regulasi dan kelembagaan, peningkatan profesionalisme SDM, modernisasi sistem peringatan dini, optimalisasi manajemen krisis, serta penguatan sinergi dengan TNI, Polri, kementerian/lembaga, dan pemerintah daerah. Dengan langkah-langkah tersebut, diharapkan penyelenggaraan penanggulangan bencana di Indonesia dapat lebih responsif, terkoordinasi, dan mampu memberikan perlindungan optimal kepada masyarakat.
Kata kunci: efektivitas organisasi, BNPB, penanggulangan bencana, koordinasi lintas sektor, manajemen krisis.
Tidak tersedia versi lain