Buku Cetak
Optimalisasi peran TNI guna menjaga stabilitas wilayah
Penelitian ini berjudul “Optimalisasi Peran TNI Guna Menjaga Stabilitas Wilayah”. Latar belakang penelitian ini dilandasi oleh pentingnya stabilitas wilayah sebagai prasyarat terwujudnya stabilitas nasional dan ketahanan nasional di tengah dinamika ancaman multidimensional. Peran Tentara Nasional Indonesia (TNI), khususnya dalam pelaksanaan Operasi Militer Selain Perang (OMSP), menjadi krusial dalam membantu pemerintah daerah dan Kepolisian Negara Republik Indonesia menjaga keamanan dan ketertiban wilayah. Namun demikian, implementasi peran tersebut dinilai belum optimal akibat berbagai kendala regulatif, koordinatif, dan operasional. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: Bagaimana mengoptimalkan peran TNI guna menjaga stabilitas wilayah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi kebijakan pengerahan kekuatan TNI, mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat, serta merumuskan strategi optimalisasi peran TNI dalam menjaga stabilitas wilayah.
Penelitian ini menggunakan metode analisis kualitatif dengan pendekatan deskriptif melalui studi kepustakaan terhadap data sekunder dan regulasi terkait, antara lain Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2002 tentang Pertahanan Negara, Undang-Undang Nomor 34 Tahun 2004 tentang TNI, serta kebijakan umum pertahanan negara. Teknik analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan secara sistematis. Landasan teori yang digunakan meliputi teori peran, teori implementasi kebijakan, teori kebutuhan (hierarki kebutuhan Maslow), teori stabilitas, dan teori sinergi. Pendekatan analisis dilakukan dalam perspektif kepentingan nasional dengan mempertimbangkan dinamika lingkungan strategis, khususnya pada wilayah DKI Jakarta sebagai pusat gravitasi nasional.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi pengerahan kekuatan TNI dalam menjaga stabilitas wilayah telah berjalan melalui skema OMSP dan sinergi dengan Polri serta pemerintah daerah, namun belum sepenuhnya optimal akibat tumpang tindih regulasi, perbedaan persepsi kewenangan, serta keterbatasan mekanisme koordinasi operasional. Faktor pendukung meliputi landasan hukum yang jelas, profesionalisme prajurit, serta dukungan kebijakan nasional; sedangkan faktor penghambat meliputi ego sektoral, dinamika politik, dan kompleksitas ancaman nonmiliter. Disimpulkan bahwa optimalisasi peran TNI memerlukan penguatan regulasi teknis, peningkatan interoperabilitas dan koordinasi lintas sektor, serta pembinaan sinergitas yang berkelanjutan guna mewujudkan stabilitas wilayah yang kondusif dan memperkuat ketahanan nasional.
Kata kunci: optimalisasi, peran TNI, stabilitas wilayah, OMSP, sinergi, ketahanan nasional.
Tidak tersedia versi lain