Buku Cetak
Manajemen bantuan kemanusiaan untuk penanggulangan bencana dalam rangka ketahanan nasional
Penelitian ini berjudul “Manajemen Bantuan Kemanusiaan untuk Penanggulangan Bencana dalam Rangka Ketahanan Nasional”. Dilatarbelakangi oleh tingginya risiko bencana di Indonesia serta keterbatasan kapasitas dan anggaran nasional dalam penanggulangannya, sehingga dalam kondisi tertentu diperlukan bantuan kemanusiaan dari luar negeri. Permasalahan yang diangkat adalah bagaimana bantuan kemanusiaan, khususnya dari luar negeri, dikelola agar efektif dalam penanggulangan bencana tanpa mengganggu bahkan justru memperkuat ketahanan nasional. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengelolaan bantuan kemanusiaan internasional dalam perspektif ketahanan nasional serta merumuskan manajemen yang ideal agar bantuan tersebut mendukung kepentingan nasional.
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui studi literatur, analisis kebijakan, penelusuran media daring, serta wawancara dengan para pelaku penanggulangan bencana yang berpengalaman dalam pengelolaan bantuan internasional. Analisis data dilakukan dengan pendekatan triangulasi untuk menjamin validitas informasi. Landasan teori yang digunakan adalah teori manajemen menurut Henry Fayol yang meliputi fungsi perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, koordinasi, dan pengendalian, serta konsep Ketahanan Nasional Indonesia yang mencakup aspek politik, ekonomi, sosial budaya, serta pertahanan dan keamanan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan bantuan kemanusiaan internasional di Indonesia mengalami perbaikan dari waktu ke waktu, terutama setelah lahirnya Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2007 dan regulasi turunannya. Namun demikian, masih terdapat kelemahan dalam aspek perencanaan teknis, koordinasi lintas aktor, serta sistem pengendalian dan pengawasan implementasi bantuan. Dalam perspektif ketahanan nasional, bantuan luar negeri dapat menjadi peluang strategis untuk mempercepat respon darurat dan pemulihan pascabencana, tetapi juga berpotensi menimbulkan dampak terhadap aspek politik, sosial budaya, ekonomi, serta pertahanan dan keamanan apabila tidak dikelola secara cermat. Kesimpulannya, manajemen bantuan kemanusiaan dari luar negeri harus dilaksanakan secara terencana, terintegrasi, berbasis regulasi yang adaptif, serta mengutamakan penguatan kapasitas nasional dan kemitraan dengan aktor lokal, sehingga bantuan yang diterima tidak hanya menyelesaikan dampak bencana secara jangka pendek, tetapi juga berkontribusi pada penguatan ketahanan nasional secara berkelanjutan.
Kata kunci: manajemen bantuan kemanusiaan, penanggulangan bencana, bantuan luar negeri, ketahanan nasional, kebijakan publik.
Tidak tersedia versi lain