Buku Cetak
Pengurangan resiko bencana berbasis komunitas untuk dapat memperkokoh ketahanan bencana
Penelitian ini berjudul “Pengurangan Risiko Bencana Berbasis Komunitas untuk Dapat Memperkokoh Ketahanan Bencana”. Permasalahan pokok yang dikaji adalah bagaimana pengurangan risiko bencana berbasis komunitas (PRBBK) dapat diimplementasikan secara terpadu dan sinergis untuk memperkokoh ketahanan bencana, mengingat masih terdapat kesenjangan antara regulasi dan implementasi di lapangan. Latar belakang penelitian didasarkan pada tingginya risiko kebencanaan Indonesia sebagai negara rawan bencana serta belum optimalnya efektivitas berbagai program pemberdayaan masyarakat dalam membangun kesiapsiagaan dan kapasitas lokal. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis pelaksanaan PRBBK dari aspek lokasi sasaran, pelaku pemberdayaan, dan kelompok sasaran, serta merumuskan rekomendasi strategis guna memperkuat ketahanan bencana sebagai bagian dari ketahanan nasional.
Penelitian ini menggunakan metode analisis kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kepustakaan berbasis data sekunder, regulasi, serta hasil kajian terdahulu. Teknik analisis data dilakukan melalui telaah komparatif dan sintesis konseptual terhadap berbagai kebijakan dan implementasi program PRBBK. Landasan teori yang digunakan meliputi teori manajemen bencana, teori risiko bencana, teori partisipasi publik, serta model pengurangan risiko bencana berbasis komunitas yang dikembangkan oleh Bappenas dan United Nations Development Programme. Kerangka regulasi yang menjadi rujukan utama antara lain Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana dan Peraturan Kepala BNPB Nomor 11 Tahun 2014 tentang Peran Serta Masyarakat dalam Penyelenggaraan Penanggulangan Bencana.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan PRBBK di Indonesia masih menghadapi tantangan berupa fragmentasi program, lemahnya koordinasi lintas sektor, serta belum optimalnya integrasi antara perencanaan pembangunan dan pengurangan risiko bencana di tingkat desa/kelurahan. Dari aspek lokasi, masih terdapat ketimpangan kesiapsiagaan desa terhadap ancaman bencana; dari aspek pelaku, terjadi tumpang tindih peran dan belum terbangunnya sinergi efektif; sedangkan dari aspek kelompok sasaran, pemberdayaan masyarakat belum sepenuhnya berbasis kebutuhan dan karakteristik lokal. Disimpulkan bahwa penguatan tata kelola, integrasi kelembagaan, serta peningkatan kapasitas komunitas secara berkelanjutan menjadi kunci dalam memperkokoh ketahanan bencana. PRBBK yang terkoordinasi dan inklusif akan berkontribusi signifikan terhadap penguatan ketahanan nasional.
Kata kunci: pengurangan risiko bencana, pemberdayaan masyarakat, ketahanan bencana, ketahanan nasional, desa tangguh.
Tidak tersedia versi lain