Buku Cetak
Mengatasi kemiskinan dan dampaknya terhadap pertumbuhan ekonomi Myanmar
Penelitian ini berjudul “Mengatasi Kemiskinan dan Dampaknya terhadap Pertumbuhan Ekonomi Myanmar”. Permasalahan utama yang dikaji adalah bagaimana mengatasi kemiskinan yang masih menjadi persoalan mendasar di Myanmar serta bagaimana dampaknya terhadap pertumbuhan ekonomi nasional. Latar belakang penelitian ini didasari oleh fakta bahwa meskipun Myanmar mengalami pertumbuhan ekonomi dan reformasi politik sejak era demokrasi tahun 2011, tingkat kemiskinan, ketimpangan pendapatan, dan pengangguran masih relatif tinggi, khususnya di wilayah pedesaan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis faktor-faktor penyebab kemiskinan di Myanmar, mengkaji perkembangan kondisi sosial ekonomi pada era demokrasi, serta merumuskan strategi pengentasan kemiskinan guna mendukung pembangunan berkelanjutan dan pertumbuhan ekonomi nasional.
Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif analitis dengan pendekatan studi literatur. Analisis dilakukan berdasarkan data sekunder yang bersumber dari laporan resmi pemerintah, lembaga internasional, serta berbagai regulasi dan dokumen kebijakan nasional Myanmar. Teknik analisis data dilakukan secara kualitatif dengan mengkaji keterkaitan antara variabel kemiskinan, ketimpangan pendapatan, pengangguran, dan pertumbuhan ekonomi. Landasan teori yang digunakan meliputi teori pembangunan ekonomi, strategi pembangunan nasional, serta definisi kemiskinan menurut Perserikatan Bangsa-Bangsa dan Bank Dunia, yang menekankan bahwa kemiskinan tidak hanya berkaitan dengan rendahnya pendapatan, tetapi juga keterbatasan akses terhadap pendidikan, kesehatan, dan kesempatan ekonomi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyebab utama kemiskinan di Myanmar meliputi rendahnya kualitas sumber daya manusia, keterbatasan infrastruktur, ketimpangan wilayah antara perkotaan dan pedesaan, dampak konflik etnis, lemahnya tata kelola pada masa lalu, serta dampak pandemi terhadap sektor tenaga kerja. Reformasi ekonomi sejak 2011 telah mendorong pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB), peningkatan investasi asing, dan penurunan tingkat kemiskinan secara bertahap, namun distribusi pendapatan masih belum merata dan pengangguran tetap menjadi tantangan. Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa pengentasan kemiskinan di Myanmar harus dilakukan secara komprehensif melalui pembangunan pedesaan terpadu, peningkatan kualitas pendidikan dan layanan kesehatan, penciptaan lapangan kerja produktif, penguatan usaha kecil dan menengah, pemerataan pembangunan antarwilayah, serta penyelesaian konflik etnis secara berkelanjutan. Kebijakan ekonomi yang inklusif, stabilitas politik dan keamanan, serta tata kelola pemerintahan yang efektif menjadi faktor kunci dalam mempercepat pengurangan kemiskinan dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkeadilan dan berkelanjutan di Myanmar.
Kata Kunci: kemiskinan, pertumbuhan ekonomi, ketimpangan pendapatan, pengangguran, pembangunan berkelanjutan, Myanmar.
Tidak tersedia versi lain